Vetra: Inovasi Platform Web GIS untuk Meningkatkan Kesehatan Hewan Ternak di Indonesia

Di tengah tantangan peternakan yang semakin kompleks, kebutuhan akan akses layanan kesehatan hewan yang cepat, mudah, dan terjangkau menjadi semakin penting. Vetra hadir sebagai startup di bidang layanan kesehatan hewan berbasis website yang berfokus pada pemecahan masalah keterlambatan penanganan penyakit pada hewan ternak. Kehadiran platform ini berangkat dari kondisi lapangan yang menunjukkan bahwa banyak peternak masih bingung harus berkonsultasi ke mana ketika ternaknya sakit, sementara sebagian lainnya terkendala biaya untuk mengakses layanan kesehatan hewan secara langsung.

Vetra tidak hanya menawarkan solusi digital, tetapi juga merespons persoalan yang berdampak luas pada ekonomi peternak. Keterlambatan deteksi dan penanganan penyakit dapat menyebabkan kematian ternak, penurunan produktivitas, penurunan berat badan, turunnya fertilitas, hingga terhentinya aktivitas jual beli di pasar ternak. Dalam konteks yang lebih besar, masalah ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan nasional karena kesehatan ternak berpengaruh langsung pada stabilitas produksi dan distribusi hasil peternakan.

Latar Belakang Ide

Ide Vetra berawal dari obrolan antara dua sosok yang kemudian menjadi bagian penting dalam berdirinya platform ini, yaitu Ukasyah dan Ilham Kholid. Percakapan tersebut berkembang setelah mereka berdiskusi dengan Haikal, seorang peternak ayam broiler di Subang, yang menghadapi berbagai persoalan dalam aktivitas peternakannya. Dari situ, muncul gagasan untuk membuat layanan kesehatan digital yang berfokus pada hewan ternak agar masalah serupa dapat ditangani lebih cepat dan lebih tepat.

Gagasan tersebut tidak berhenti pada observasi awal. Tim Vetra kemudian melakukan riset lanjutan, baik secara sekunder maupun melalui wawancara dengan pihak-pihak terkait seperti DKPP Provinsi Jawa Barat, dokter hewan dinas Cimahi, serta para peternak sapi potong dan sapi perah. Proses ini memperkuat arah pengembangan Vetra sebagai platform yang benar-benar lahir dari kebutuhan lapangan, bukan sekadar ide teknologi tanpa konteks.

Masalah yang Ingin Diselesaikan

Fokus utama Vetra adalah mengurangi keterlambatan deteksi penyakit pada hewan ternak. Masalah ini dipilih karena banyak peternak belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai gejala penyakit maupun langkah konsultasi yang harus diambil saat ternak sakit. Akibatnya, penanganan sering datang terlambat dan berujung pada kerugian yang besar bagi peternak.

Situasi ini semakin berat karena akses layanan medis hewan di Indonesia masih terbatas. Dalam dokumen interview disebutkan bahwa Indonesia masih kekurangan lebih dari 36.000 dokter hewan dan hanya 21% wilayah kecamatan yang memiliki fasilitas Puskeswan aktif. Dengan kondisi tersebut, Vetra memandang bahwa persoalan kesehatan ternak bukan sekadar urusan medis, melainkan juga persoalan ekonomi peternak dan ketahanan pangan.

Fitur Utama Vetra

Vetra dikembangkan sebagai platform yang menggabungkan edukasi, deteksi dini, layanan konsultasi, hingga akses kebutuhan produksi peternakan dalam satu ekosistem digital. Pendekatan ini membuat pengguna tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga jalur tindakan yang lebih praktis ketika menghadapi masalah kesehatan ternak.

Fitur pertama adalah peta persebaran layanan kesehatan hewan berbasis GIS atau Geo-Vet Mapping. Melalui fitur ini, peternak dapat menemukan lokasi layanan kesehatan hewan terdekat, seperti puskeswan, beserta rute tercepat menuju lokasi tersebut. Fitur ini sangat membantu peternak di wilayah pedesaan yang sering kesulitan menjangkau layanan medis secara efisien.

Fitur kedua adalah deteksi penyakit hewan berbasis computer vision. Sistem ini memanfaatkan model deep learning seperti ResNet50 dan DenseNet121 untuk mendeteksi penyakit melalui foto kotoran, mulut, atau kuku hewan. Dalam praktiknya, fitur ini berfungsi sebagai alat screening awal agar peternak memperoleh gambaran penyakit dan tingkat urgensinya sebelum melakukan penanganan lanjutan.

Fitur ketiga adalah konsultasi online dengan dokter hewan melalui VetLive. Layanan ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu forum Public Q&A yang bersifat gratis dan konsultasi privat melalui pendaftaran dengan dokter hewan. Dengan model ini, peternak dapat memilih jalur konsultasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kerahasiaan kasus yang dihadapi.

Fitur keempat adalah marketplace sarana produksi peternakan atau Agri-Vet Marketplace. Platform ini memudahkan peternak memperoleh obat, vitamin, dan pakan ternak dari produk yang telah terverifikasi. Bahkan, sistem juga dapat memberi rekomendasi produk yang relevan berdasarkan hasil diagnosis, sehingga keputusan pembelian menjadi lebih tepat.

Fitur kelima adalah pusat literasi dan edukasi kesehatan hewan. Vetra menyediakan artikel edukatif dan jawaban dari dokter hewan yang bisa diakses tanpa login, sehingga pengetahuan dasar mengenai pencegahan dan penanganan penyakit dapat tersebar lebih luas. Selain itu, forum tanya jawab publik juga membuka ruang pertukaran informasi antar pengguna.

Arah dan Target Vetra

Vetra pada tahap awal menargetkan peternak sapi potong dan sapi perah, khususnya di wilayah Bandung Raya yang mencakup Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung. Fokus wilayah ini menunjukkan bahwa Vetra ingin memulai dari kebutuhan yang spesifik sebelum memperluas jangkauan layanan secara bertahap. Dengan cara ini, pengembangan platform bisa lebih terarah dan sesuai dengan kondisi pengguna di lapangan.

Tantangan terbesarnya adalah edukasi teknologi kepada peternak pedesaan yang sudah lanjut usia. Ini menunjukkan bahwa inovasi digital di bidang peternakan tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan pengguna untuk memahami dan memakainya. Karena itu, Vetra menempatkan pendekatan yang mudah dipahami sebagai bagian penting dari implementasinya.

Secara keseluruhan, Vetra adalah contoh startup agroteknologi yang mencoba menjawab masalah nyata di sektor peternakan melalui pendekatan digital yang terintegrasi. Dari GIS, computer vision, telekonsultasi, marketplace, hingga edukasi, seluruh fitur Vetra dirancang untuk membantu peternak mengambil keputusan lebih cepat dan lebih tepat. Dengan visi tersebut, Vetra tidak hanya menjadi platform layanan kesehatan hewan, tetapi juga upaya untuk memperkuat kualitas ternak, kesejahteraan peternak, dan ketahanan pangan di masa depan.

Penulis: Maharani Wulansari | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link