Armand Hartono: Kunci Bertahan di Era Disrupsi adalah Teamwork dan Mindset Adaptif 

Bandung, 6 Mei 2026 – Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand Hartono menegaskan kemampuan bertahan di tengah perubahan menjadi kualitas paling penting bagi generasi muda saat ini. Hal tersebut disampaikan Armand dalam kuliah umum bertajuk Survival Leadership melalui program BCA Berbagi Ilmu yang digelar di Telkom University (Tel-U) pada Rabu (6/5).

Dalam sesi yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa, Armand membagikan pengalaman serta pandangannya menghadapi dinamika dunia kerja, krisis ekonomi, hingga percepatan teknologi yang saat ini mengubah hampir seluruh sektor industri.

Menurut Armand, ketidakpastian bukan lagi sesuatu yang akan terjadi di masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi setiap individu sejak sekarang. Ia mencontohkan krisis ekonomi Asia tahun 1997–1998 yang memberikan dampak besar terhadap sektor perbankan nasional.

“Apapun bisa terjadi. Saat krisis 1997–1998, kredit macet mencapai 90 persen dan situasi berubah sangat cepat. Perusahaan yang mampu bertahan adalah mereka yang memiliki rasa kekeluargaan dan teamwork yang kuat,” ujarnya.

Ia menilai, kemampuan bertahan atau survival menjadi fondasi utama sebelum seseorang maupun organisasi dapat berkembang lebih jauh. Dalam kondisi penuh disrupsi, kekuatan kerja sama tim dan kepercayaan menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan sebuah institusi.

“Tidak ada yang bisa sukses sendirian. Kita membutuhkan orang lain, membutuhkan teamwork, dan membutuhkan kepercayaan,” kata Armand.

Selain membahas krisis ekonomi, Armand juga menyoroti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mempercepat terjadinya perubahan di berbagai bidang. Menurutnya, perubahan yang dahulu berlangsung dalam hitungan puluhan tahun kini dapat terjadi hanya dalam beberapa bulan. Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir yang adaptif dan kesiapan mental menghadapi perubahan yang tidak menentu.

“Kita tidak bisa mengontrol semua yang terjadi, tetapi kita bisa mengontrol pikiran dan sikap kita dalam menghadapi hidup,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Endowment Telkom University, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas menyampaikan bahwa kehadiran Armand Hartono memberikan wawasan nyata bagi mahasiswa mengenai tantangan dunia profesional saat ini.

Menurutnya, materi mengenai survival leadership sangat relevan bagi generasi muda yang akan menghadapi dunia kerja dengan dinamika perubahan yang semakin cepat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah 1 BCA, Hianni menjelaskan bahwa program BCA Berbagi Ilmu merupakan bagian dari komitmen BCA dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan industri secara langsung, tetapi juga pembelajaran mengenai kepemimpinan, adaptasi, dan pentingnya membangun karakter tangguh di era disrupsi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link