Telkom University (Tel-U) kembali meneguhkan reputasinya sebagai kampus berkelas dunia melalui pencapaian akademik yang membanggakan. Dr. Edy Wibowo, dosen Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Teknik Elektro (FTE) Tel-U berhasil memublikasikan lima artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Q2 dalam kurun waktu satu tahun. Seluruh artikel tersebut terbit di Physics Education (IOP Publishing), salah satu jurnal pendidikan fisika paling berpengaruh di tingkat global.
Bagi para calon mahasiswa baru, memilih jurusan kuliah bukan sebuah keputusan impulsif yang bisa ditentukan hanya dalam waktu semalam. Ini merupakan proses awal bagi para calon mahasiswa baru dalam menentukan masa depan, yang tentunya membutuhkan proses yang panjang seperti pemahaman diri, riset mendalam, dan pertimbangan yang matang. Salah satu alasan terbesar mengapa banyak mahasiswa yang merasa “tersesat” selama kuliah adalah karena mereka tidak benar-benar memahami alasan di balik pilihan jurusan yang diambil. Pada akhirnya, proses belajar terasa berat, motivasi menurun, dan munculnya rasa penyesalan saat memasuki dunia kerja.
Untuk menjawab semakin kompleksnya tantangan keamanan siber di era digital, Kaspersky dan Telkom University (Tel-U) resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dalam bidang pendidikan keamanan siber. Penandatanganan berlangsung pada Selasa, 12 November 2025 di kampus Telkom University, Bandung.
Banyak mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) belum memanfaatkan kesempatan untuk bereksplorasi dan mengasah bakat lewat klub yang ada di FKS. Salah satu faktor penyebab nya adalah adanya kesalahpahaman yang masih tersebar di kalangan mahasiswa FKS khususnya mahasiswa baru. Mereka beranggapan klub-klub tersebut hanya dikhususkan untuk jurusan tertentu saja yang boleh bergabung. Padahal, semua klub di FKS terbuka untuk seluruh jurusan fakultas komunikasi dan ilmu sosial.
Telkom University (Tel-U) menjadi tuan rumah dalam ajang Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau GEMASTIK XVIII 2025.
Di era digital seperti sekarang, hampir semua aspek kegiatan bergantung kepada konektivitas. Mulai dari komunikasi, hiburan, transportasi, hingga kebutuhan industri, semuanya membutuhkan sistem jaringan yang kuat dan efisien. Kehadiran teknologi 5G juga semakin memperluas peran penting di bidang telekomunikasi, karena teknologi ini merupakan pondasi utama bagi Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), maupun sistem komunikasi di masa depan.
Di era digital ini, serangan siber dan tantangan inovasi digital terus berkembang pesat. Pastinya, diperlukan solusi yang maju dan adaptif. Industri masa kini, tentu tidak hanya membutuhkan tenaga profesional yang melek akan teknologi, tetapi juga dapat menerapkan strategi keamanan yang efektif dan inovatif. Perkembangan dunia digital yang semakin cepat seharusnya diikuti dengan sistem pendidikan berbasis IT, salah satu contohnya yaitu dengan adanya jurusan Teknologi Informasi.
Di era digital saat ini, Personal Branding bukan lagi sekedar pilihan namun menjadi suatu kebutuhan. Fresh graduate dan mahasiswa perlu memahami bahwa di dunia kerja kini tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menampilkan dirinya secara profesional di dunia digital. Mulai dari membangun profil media sosial, membagikan portofolio digital serta menampilkan berbagai kontribusi yang dapat membentuk citra diri di mata orang lain.
Dengan perkembangan yang pesat di era teknologi saat ini, jaringan komputer telah menjadi salah satu fondasi penting pada teknologi informasi. Salah satu elemen utama dalam membangun jaringan komputer adalah topologi jaringan. Secara sederhana, topologi jaringan menjelaskan bagaimana komputer, kabel, dan perangkat lainnya saling terhubung agar data bisa dikirim dan diterima dengan efisien.
Telkom University (Tel-U) sukses merampungkan program mobilitas internasional bersama i-Cats University College, Malaysia, pada Oktober 2025. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat hubungan akademik sekaligus mendorong promosi pariwisata global. Fokus utama program adalah pengembangan “Visit Telaga Air Immersive Website,” sebuah platform berbasis Virtual Reality (VR) 360 derajat untuk Kampung Telaga Air, Malaysia. Program ini berlangsung selama dua minggu dengan memadukan riset, pengabdian masyarakat (CSR), dan pertukaran mahasiswa.