CoE Ciptaloka Telkom University Resmikan Mind Weave 2025, Lestarikan Wastra Nusantara

Bandung, 11 November 2025 — Center of Excellence (CoE) Ciptaloka Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U) bersama Institute of Sustainable Society, berkolaborasi dalam  menciptakan program Pelestarian Wastra Nusantara Untuk Membangun Masyarakat Berkelanjutan yang bertajuk “Mind Weave” 2025. Penyelenggaraan Mind Weave 2025 merupakan inisiasi dari Dean of Research Digital Health, Social and Wellness, Tel-U, Prof. Aloysius Adya Pramudita. Kegiatan ini juga didukung oleh Digitak Collaboration for Sustainability (DCS) Tel-U, BTN Syariah, Padyasastra, SDS, KPT Ekraf, serta Center of eLearning & Open Education (CeLOE) Tel-U.

Acara pembukaan “Mind Weave” 2025 diselenggarakan pada Selasa (11/11). Rangkaian kegiatan ini diawali dengan sesi sambutan dari para pimpinan dan pihak terkait, diikuti dengan seremoni peresmian acara yang menandai dimulainya kolaborasi ini. Selain itu, pembukaan turut dimeriahkan oleh pameran (exhibition) yang menampilkan berbagai karya inovatif terkait wastra dan budaya. Seluruh rangkaian pembukaan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Tel-U. Secara keseluruhan, acara “Mind Weave” 2025 digelar penuh selama dua hari, berlangsung mulai tanggal 11 s.d.12 November 2025.

Mind Weave 2025 merupakan wadah kolaborasi antara akademisi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan fakultas kreatif untuk menumbuhkan riset, inovasi, serta praktik bisnis. Acara ini bertujuan mendorong pengembangan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, serta membuka ruang diskusi bagi pengusaha dan karya yang berdampak bagi masyarakat. Head of Program Mind Weave 2025, Rizky Yantami Arumsari, S.Ds., M.M. menyatakan bahwa Mind Weave hadir untuk satukan pikiran,tradisi, dan inovasi.

Kegiatan Mind Weave 2025 berkontribusi dengan 10 UMKM yang merupakan bentuk kegiatan CoE Ciptaloka dalam mengintegrasikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menguatkan upaya pelestarian budaya melalui seni, desain, dan teknologi. Sehingga, dalam kegiatan acara Mind Weave 2025, menghadirkan pameran dan belanja wastra tradisional yang menampilkan karya UMKM pegiat wastra dari berbagai daerah, dimana para pengunjung dapat membeli langsung karya wastra yang dipamerkan. 

Dalam sambutannya, Prof. Aloysius Adya Pramudita menyatakan bahwa Pameran dan conference Mind Weave 2025 menjadi salah satu upaya inovasi restoratif budaya wastra  untuk mengakuisisi pengetahuan-pengetahuan teknologi dalam membangun masyarakat berkelanjutan. 

“Dari budaya wastra nusantara kita bisa mendapatkan pengetahuan-pengetahuan bagaimana cara mengolah alam yang bijak untuk mencukupi kebutuhan sandang dalam perspektif jasmani. Dengan ini kami berharap. kedepannya kami dapat mengundang seniman batik dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mengakhiri acara pembukaan Mind Weave 2025, dalam sambutannya, Prof. Aloysius Adya Pramudita secara resmi meresmikan dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Mind Weave 2025. Setelah peresmian, para audiens dipersilakan untuk mengunjungi tenan UMKM Wastra. Kegiatan akan berlanjut selama dua hari hingga 12 November 2025, yang inti acaranya akan diisi dengan berbagai sesi talk show.

Penulis: Nashwa Fauziyyah | Editor: Aqila Zahra Qonita | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link