SIM BARRAYA : Transformasi Digital Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung

Bandung, 16 September 2025 – Sektor pariwisata di Kabupaten Bandung merupakan salah satu penyumbang pendapatan daerah. Oleh karena itu, Kabupaten Bandung hendak meningkatkan daya saing wisata melalui pengembangan 100 desa wisata. Terkait hal itu, pengelolaan desa-desa wisata yang ada di kabupaten Bandung memerlukan sistem informasi data terkini dan real time di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 

Diperlukan inovasi sebagai sistem informasi pencatatan, monitoring, dan evaluasi kondisi desa wisata di Kabupaten Bandung, karena destinasi, budaya serta ekrafnya yang semakin bertambah. Untuk mengatasi hal itu, peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Tel-U, Risris Rismayani, S. MB., S.Pd., M.M., dan tim, mengembangkan sebuah aplikasi berbasis informasi terpadu pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya. Melalui skema riset Matching Fund Kedaireka tahun 2023, riset dilakukan dengan mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bandung. 

Aplikasi tersebut bernama SIM BARRAYA, yang merupakan sebuah dashboard informasi berisi Indikator Kinerja Utama (IKU) Disbudpar, yaitu jumlah kunjungan, lama kunjungan (length of stay), dan jumlah belanja (expenditure) bagi mitra destinasi wisata dan ekonomi kreatif. Dengan adanya aplikasi tersebut, pencatatan informasi yang dilakukan secara manual oleh dinas, kini terselesaikan, karena sudah terbentuk secara digital, serta meningkatkan efisiensi baik dari tenaga, waktu, dan biaya. Menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yaitu pengembagannya singkat untuk menghasilkan sistem berkualitas tinggi dengan biaya yang rendah. Waktu yang diperlukan untuk pengembangan aplikasi ini adalah satu tahun dari requirement hingga sosialisasi aplikasi versi beta terhadap stakeholder. 

Selama satu tahun riset, tim melakukan Focus Group Discussion  (FGD) yang melibatkan sejumlah stakeholder seperti desa wisata, industri, asosiasi, wisatawan hingga calon wisatawan. Hasil FGD menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan aplikasi SIM BARRAYA versi beta yang kemudian diujicobakan kepada para stakeholder yaitu Disbudpar, kecamatan, asosiasi, destinasi wisata dan ekraf. Data aplikasi pada SIM BARRAYA mendukung perancangan serta implementasi tata kelola desa wisata berbasis digital sekaligus peningkatan efisiensi proses bisnis Disbudpar.

Pada 2025, program Rekacipta SIM BARRAYA difokuskan untuk mengevaluasi dan mengukur kinerja desa wisata Kabupaten Bandung sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Aplikasi ini dapat diperbarui informasinya oleh para stakeholder terkait, sehingga memudahkan Dispudbar untuk mengevaluasi dan memonitor kondisi destinasi wisata. 

Bagi tim peneliti atau perguruan tinggi, riset ini menunjukkan pencapaian IKU Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu dengan melibatkan mahasiswa dalam proyek di desa, aktivitas dosen di luar kampus serta hasil inovasi dosen yang dapat digunakan masyarakat. Namun, manfaat utamanya adalah bagi mitra (Disbudpar Kabupaten Bandung), berupa efisiensi informasi pengelolaan desa wisata, karena proses pencatatan tidak lagi dilakukan secara manual. Adapun manfaat intangible yang didapat dari penggunaan aplikasi ini yaitu peningkatan perekonomian masyarakat, meningkatkan brand awareness desa wisata di Kabupaten Bandung maupun secara nasional ke depannya. 

Penulis: Irsalina Khalidiyah | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link