Startup Mahasiswa Tel-U Sulap Belajar Koding Jadi Game ‘Roguelike Deck-Builder’, Resmi Lolos Inkubasi BTP

Bandung, 09 Maret 2026 – Belajar bahasa pemrograman atau koding seringkali dianggap mengintimidasi dan membosankan bagi sebagian pemula. Namun, sebuah inovasi brilian datang dari Logiciastartup yang dikembangkan oleh talenta digital Telkom University (Tel-U). Logicia berhasil lolos seleksi program inkubasi bisnis di Bandung Techno Park (BTP) dengan membawa pendekatan baru: menggabungkan edukasi koding dengan genre game Roguelike Deck-Builder.

Mengubah Stigma Koding Menjadi Petualangan Seru

Inspirasi utama pembuatan Logicia berawal dari antusiasme tinggi terhadap game populer “Balatro”. Melihat mayoritas pelajar dan mahasiswa informatika di Indonesia gemar bermain game, tim Logicia mengadaptasi pendekatan bermain dan micro-learning agar proses belajar menjadi lebih fleksibel.

Melalui format Trading Card Game (TCG), pemain tidak dihadapkan pada barisan sintaks yang rumit dari awal. Alih-alih mengetik manual, pemain cukup menyusun maksimal 4 hingga 5 kartu yang memvisualisasikan sintaks pemrograman untuk mengalahkan “Bug Monsters”.

“Point-nya adalah inklusivitas. Kami ingin meruntuhkan tembok tinggi yang selama ini menghalangi talenta digital kita. Logicia hadir untuk membuktikan bahwa siapa pun bisa menguasai logika pemrograman,” ungkap Nashir Resta Fauzian, CTO Logicia dalam wawancaranya.

Mekanik Game Edukatif yang Mendalam

Logicia tidak sekadar game tebak-tebakan, melainkan memiliki mekanik yang secara akurat merepresentasikan logika pemrograman. Beberapa fitur unggulan dalam game ini meliputi:

  • Sistem RAM Slots: Menggantikan sistem “energi” konvensional pada game untuk melatih efisiensi memori pemain secara intuitif.
  • Deep Profiling: Berfungsi sebagai asisten cerdas yang memberikan umpan balik (feedback) edukatif saat pemain melakukan kesalahan logika.
  • Interpreter Asli: Setiap instruksi kartu diproses langsung oleh interpreter buatan tim yang berdampak nyata pada serangan di dalam game.
  • Kombinasi Algoritma Utuh: Pemain dapat melakukan combo dengan memanfaatkan operator matematika, serta kartu looping (seperti for) dan percabangan (if-else) untuk memaksimalkan serangan.

Target pengguna Logicia mencakup siswa atau mahasiswa informatika yang baru belajar koding, hingga programmer berpengalaman yang ingin mengasah kemampuan mereka melalui tingkat kesulitan yang bertahap.

Dukungan BTP dan Talenta Hebat di Balik Layar

Keberhasilan Logicia tidak lepas dari kerja keras enam talenta hebat di baliknya, yaitu:

  • M. Zhafran (CEO)
  • Nashir Resta (CTO)
  • Fajari Arkan (Developer)
  • Khalila Atika (Lead Artist)
  • Naufal Nur Wahyudi (Asset Artist)
  • Lucky Fauzi (UI/UX)

Dalam perjalanannya, Bandung Techno Park (BTP) Telkom University memberikan dukungan penuh, mulai dari tahap riset, validasi pasar, hingga strategi pemasaran Logicia ke depannya.

Saat ini, Logicia sedang merampungkan Minimum Viable Product (MVP) untuk mendapatkan feedback pengguna di bulan Maret, dan menargetkan fase Beta Testing pada bulan Mei mendatang. Rencananya, game ini akan dirilis terlebih dahulu di platform mobile untuk mengukur pasar, sebelum diekspansi ke versi PC melalui Steam.

Penulis: Khairul Muflih | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Logicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link