11 May 2016

Dr Doan Perdana Raih Predikat Dosen Berprestasi Tingkat Kopertis

BANDUNG, TEL-U – Satu lagi prestasi membanggakan bagi Telkom University (Tel-U). Kali ini datang dari salah satu dosen yang meraih predikat dosen berprestasi tingkat Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV tahun 2016.

Dialah Dr Doan Perdana, ST, MT, salah satu dosen Fakultas Teknik Elektro (FTE) Tel-U yang ditunjuk sebagai perwakilan dari Tel-U ke Kopertis dalam pemilihan dosen berprestasi pada 18-19 April 2016 lalu di Gedung Diklat Kopertis Wilayah IV, Jl. Raya Jatinangor KM.20 Sumedang.

Pemilihan dosen berprestasi merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan tujuan untuk memberikan pengakuan kepada dosen yang secara nyata dan luar biasa melakukan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi yang hasilnya dapat dibanggakan dan sangat bermanfaat bagi kemajuan peningkatan kualitas akademik dan kelembagaan.

Menurut Doan, yang membuatnya meraih predikat dosen berprestasi adalah karya unggulan di bidang penelitian yakni kerjasama penelitian luar negeri dengan National Taiwan University Science and Technology (NTUST),Taiwan. “Dari penelitian itu saya menghasilkan empat publikasi bertaraf internasional terindeks scopus dan 1 patent HKI yang dalam proses pengajuan sejak 2015 lalu,” ucapnya.

Penilaian yang dilakukan di Kopertis, tambahnya, mencakup karya unggulan yang telah dihasilkan untuk Tridarma Perguruan Tinggi khususnya untuk publikasi ilmiah yang dihasilkan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Doan menambahkan rekan-rekan dosen yang ingin meraih predikat dosen berprestasi bisa disiapkan karya unggulan di bidang penelitian, seperti publikasi ilmiah baik bertaraf nasional maupun internasional terkait dengan Tridarma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat).

“Jadi syarat setiap kandidat dosen berprestasi harus memiliki minimal tiga karya unggulan terkait Tridarma Perguruan Tinggi yang dihasilkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,” katanya. (purel/AW)