Bandung, 30 Desember 2025 – Lina Zulaikah, alumni Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University (Tel-U) Angkatan 2018, membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih melalui langkah kecil yang konsisten. Sejak SMA, Lina telah menargetkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Meskipun kesempatan tersebut belum datang pada jenjang S1, ia tidak meninggalkan mimpinya—melainkan menjadikannya tujuan utama untuk studi S2.
Selama kuliah di FRI, ia dengan sengaja merancang setiap semester sebagai proses membangun kapasitas diri. Pada dua tahun pertama, ia aktif dalam berbagai organisasi seperti BEM KEMA Tel-U, Kejar Mimpi Bandung, Turun Tangan Bandung, hingga menjadi Ketua Angkatan Sistem Informasi 2018. Ia juga terlibat dalam sejumlah lomba inovasi. Memasuki tahun berikutnya, fokusnya bergeser ke penguatan akademik: menjadi asisten laboratorium ERP, mengikuti project teknologi, lomba di bidang keilmuan, serta aktif melakukan internship. Ia bahkan membangun komunitas literasi internasional bernama “Bergerak Belajar” bersama dua sahabat dari negara berbeda.
Semua pengalaman tersebut menjadi persiapan menuju mimpinya. Memasuki semester 7, ia mulai mempersiapkan IELTS, mencari informasi kampus tujuan, serta mempersiapkan berkas beasiswa sambil menyelesaikan skripsi. Setelah lulus, ia mengajukan aplikasi ke beberapa universitas di luar negeri dan menerima LoA dari University of Glasgow, Leeds, dan Sheffield. Namun kesempatan terbaik datang dari Turki. Ia diterima melalui beasiswa YTB di kampus pilihannya, Istanbul Technical University, pada program Computer Science—menjadi titik awal perjalanan studinya di Turki.
Selama menempuh studi, ia berhasil mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Tahun lalu, ia dan timnya meraih Juara 2 dalam Teknofest, kompetisi teknologi terbesar di Turki yang diikuti lebih dari 100 negara. Mereka mengembangkan AI Learning Assistant berbasis LLM yang dapat berkomunikasi dua arah. Tahun ini, ia kembali menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Ideathon dengan inovasi sensor deteksi kerusakan kendaraan berbasis AI. Selain itu, ia telah mempublikasikan tiga paper internasional dan salah satunya meraih penghargaan Best Paper kedua dalam sebuah international congress di Turki.
Dalam perjalanannya, ia mengakui bahwa FRI memiliki peran besar dalam membentuk dirinya. Dukungan dosen, lingkungan akademis yang terbuka, serta akses ke organisasi, laboratorium, dan berbagai project menjadi fondasi penting bagi perkembangan kemampuannya. Gelar Mahasiswa Berprestasi Fakultas yang pernah diraihnya juga memberi pengaruh besar—membuka kesempatan kolaborasi yang lebih luas sekaligus melatih tanggung jawab dan karakter.
Melalui kisah ini, ia ingin menyampaikan pesan kepada mahasiswa FRI: menjadi mahasiswa berprestasi bukan soal nilai semata, tetapi keberanian mengambil peran, kemampuan mengatur waktu, ketekunan mengembangkan diri, dan kemauan untuk berkontribusi. Ia menekankan bahwa masa kuliah adalah waktu terbaik untuk mencoba hal baru, mengevaluasi diri, dan membangun jati diri. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menunggu datangnya kesempatan, tetapi perlu aktif mencari, bertanya, dan terlibat.
Kisah ini menjadi bukti bahwa mimpi besar bukanlah sesuatu yang jauh—asal dijalani dengan langkah yang terencana, konsisten, dan penuh keyakinan.
Penulis: Gayuh Nugraha | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Lina Zulaikah