Strategi Template 3D S/M/L: Solusi Kolaboratif Tel-U untuk Efisiensi Industri Furnitur Lokal

Bandung, 22 Januari 2026 – Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Rekayasa Industri (FRI), Telkom University (Tel-U) memperkenalkan strategi baru untuk membantu industri manufaktur furnitur dalam mengelola dan menentukan tata letak fasilitas rancangan interior secara lebih efektif. Melalui pendekatan desain 3D berbasis Template Small, Medium, dan Large (S/M/L), kegiatan ini bertujuan mengatasi hambatan komunikasi dan lambatnya pengambilan keputusan yang sering terjadi akibat penggunaan sketsa manual atau gambar 2D pada proses konsultasi desain interior.

Kegiatan inovasi ini telah diujicobakan secara langsung pada PT Jaguar Furniture, salah satu perusahaan furnitur yang berlokasi di wilayah Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Kolaborasi ini bertujuan untuk menguatkan kapabilitas tim internal perusahaan dalam membangun dan mengelola model tata letak fasilitas berbasis 3D.

Mengganti Sketsa Statis dengan Model Parametrik yang Adaptif

Industri furnitur memiliki karakter produksi yang sangat dinamis, di mana perubahan desain interior menuntut penataan ulang fasilitas secara cepat. Selama ini, banyak perusahaan masih mengandalkan gambar 2D atau sketsa manual yang terpisah-pisah, sehingga sulit ditelusuri versinya dan menyebabkan selisih dengan kondisi aktual di lapangan.

Dengan model 3D yang bersifat parametrik, desainer internal perusahaan dapat melakukan revisi dengan cepat dan menurunkan dokumentasi 2D kapan pun diperlukan. Model ini bukan sekadar gambar statis, melainkan dokumen kerja yang selalu “hidup” mengikuti perkembangan operasional perusahaan.

Enam Langkah Sistematis Menuju Mass Customization yang Efisien

Strategi ini menggunakan pendekatan rancang bangun yang terstruktur untuk memastikan desain tetap adaptif terhadap keterbatasan namun tetap memenuhi preferensi pelanggan. Berikut adalah urutan prosesnya:

1. Penetapan Ruang Lingkup & Batasan Desain: Mengklasifikasikan ruangan ke dalam kategori ukuran dan menyusun aturan dasar (design constraints) seperti kebutuhan ruang minimum dan standar sirkulasi.

2. Pembuatan Template 3D (S/M/L): Membangun model 3D inti sebagai baseline desain yang memiliki struktur zonasi dan modul furnitur parametrik.

3. Input Data Pelanggan & Lahan: Mengumpulkan data dimensi lahan, kebutuhan ruang, serta prioritas aktivitas penghuni sebagai parameter desain.

4. Pemilihan & Penyesuaian Fit-to-Site: Memilih template yang paling relevan (Small, Medium, atau Large) dan melakukan penyesuaian dimensi agar memenuhi batas fisik lahan tanpa mengorbankan fungsi.

5. Iterasi & Evaluasi Alternatif: Membuat beberapa opsi (misalnya opsi A/B) untuk mengakomodasi perbedaan prioritas pelanggan sebelum dipilih untuk finalisasi.

6. Finalisasi Output: Menghasilkan model 3D rancangan akhir, gambar 2D turunan (denah/zonasi), serta daftar modul yang siap digunakan untuk komunikasi teknis.

Dampak dan Manfaat bagi Industri

Pihak perusahaan furnitur di Bojongsoang menyambut baik implementasi sistem ini. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa pendekatan berbasis template ini sangat membantu dalam proses penentuan detail desain interior, terutama karena pelanggan dapat membandingkan konsekuensi desain (seperti ruang gerak dan relasi antar ruang) secara visual sebelum menetapkan pilihan akhir. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko revisi berulang yang sering terjadi pada proses desain konvensional.

“Pendekatan ini mengubah proses desain dari aktivitas menggambar ulang menjadi aktivitas mengonfigurasi parameter pada template yang sudah tersedia” ujar pimpinan PT Jaguar Furniture.

Inovasi ini membuktikan bahwa strategi mass customization melalui template S/M/L efektif untuk menghasilkan desain yang tetap fungsional dan adaptif terhadap keterbatasan lahan. Melalui implementasi ini, diharapkan efektivitas proses konsultasi dengan pelanggan dan koordinasi antar fungsi di perusahaan meningkat karena semua pihak merujuk pada satu model yang sama dan selalu diperbarui sesuai kondisi lapangan.

Penulis: Teddy Sjafrizal | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Teddy Sjafrizal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link