Bandung, 09 Desember 2025 – Telkom University (Tel-U) memberikan penghargaan Mahasiswa Berprestasi kepada I Made Prasetya Arya Wiguna Mahayasa, mahasiswa disabilitas dari Program Studi Magister Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Tel-U. Wiguna, yang dikenal atas kemampuan wirausahanya yang luar biasa di usia muda, menerima penghargaan tersebut pada acara wisuda Tel-U Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Jumat (28/11). Keterbatasan fisik tidak membatasi semangatnya untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang wirausaha.
Sejak masa perkuliahan, Wiguna telah berhasil mendirikan dua unit usaha. Usaha pertamanya, PT Mahayasa Teknologi Nusantara, berfokus pada distribusi produk digital melalui aplikasi Android. Usaha kedua, Sunar Sanggita Music, merupakan sekolah musik yang unik karena memberdayakan teman-teman tunanetra sebagai pengajar di beberapa kota besar, termasuk Denpasar, Surabaya, dan Jakarta. Wiguna menyatakan secara tegas bahwa pendirian kedua perusahaan ini didorong oleh visi untuk memperluas pemberdayaan ekonomi bagi teman-teman disabilitas.
Selain itu, Wiguna menyatakan besarnya kontribusi Tel-U terhadap keberlanjutan studi manajemennya serta pengelolaan usahanya. Menurut Wiguna, Tel-U memberikan pengalaman dan lingkungan yang positif selama dirinya menjalankan studi pendidikan magister manajemen di Tel-U. Beliau juga mengungkapkan bahwa mata kuliah yang diajarkan selama berkuliah di Tel-U sangat komprehensif dan membantu Wiguna dalam mengelola usahanya, khususnya pada Pemasaran Digital, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Operasional.
“Dosen, staff, hingga para pimpinan sangat memperhatikan kebutuhan saya, memberikan ruang bagi saya untuk melakukan penyesuaian, dan akomodasi yang layak selama perkuliahan. Selama berkuliah magister manajemen di kampus yang akreditasinya unggul, memicu semangat saya untuk percaya bahwa setelah ini saya bisa memiliki kemampuan manajerial usaha yang lebih baik lagi.” ujar Wiguna.
Keberhasilan Wiguna menyeimbangkan dunia akademik dan wirausaha di tengah keterbatasan fisik membuktikan bahwa inklusivitas dan kesempatan yang setara adalah kunci. Dengan keyakinan teguh bahwa setiap individu disabilitas memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, Wiguna tidak lupa menyalurkan semangat dan optimisme tersebut kepada sesama. Ia berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi nyata.
“Apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi sesuatu yang dapat diwariskan untuk teman-teman difabel lainnya, jadi mari kita berbuat yang positif sehingga teman-teman difabel lain yang akan menjadi pewaris yang nantinya dapat merasakan lingkungan yang lebih inklusif, nyaman, dan suportif.” tegas Wiguna.
Penulis: Nashwa Fauziyyah | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations