Telkom University dan Kemendag RI Dorong Startup & UMKM Jawa Barat Siap Go Export melalui Workshop Campuspreneur 2026

Bandung, 7 Mei 2026 — Telkom University (Tel-U) melalui Bandung Techno Park (BTP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop Campuspreneur 2026 bertajuk “End-to-End Export Readiness: Transforming MSME Products from Design, Financing, to Global Market Access”. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Auditorium TULT Lantai 16 Telkom University ini dihadiri oleh mahasiswa, startup, UMKM, komunitas entrepreneur, akademisi, serta pelaku industri dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Workshop ini menjadi bagian dari implementasi kolaborasi strategis antara Tel-U dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam memperkuat kapasitas startup dan UMKM agar lebih siap menghadapi pasar nasional maupun internasional, khususnya dalam aspek desain produk, akses pembiayaan, branding, hingga strategi ekspor.

Melalui kegiatan ini, Tel-U menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga aktif membangun ekosistem entrepreneurship dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam ekosistem tersebut, Bandung Techno Park (BTP) berperan sebagai entrepreneurship hub di tingkat Provinsi Jawa Barat yang menghubungkan startup, UMKM, pemerintah, industri, investor, akademisi, dan komunitas bisnis dalam satu ekosistem kolaboratif. Peran ini diwujudkan melalui berbagai program pre-incubation, incubation, mentoring, business matching, business acceleration, hingga fasilitasi akses pasar dan investasi.

Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan entrepreneurship berbasis inovasi menjadi salah satu langkah strategis perguruan tinggi dalam menciptakan lulusan dan pelaku usaha yang adaptif terhadap perkembangan industri global.

“Penguatan entrepreneurship yang berbasis pada inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah strategis bagi perguruan tinggi untuk memastikan para lulusan dan pelaku usaha kita mampu tampil adaptif dan kompetitif di tengah dinamika industri global yang terus berubah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Sugih Rahmansyah, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong UMKM serta startup Indonesia agar mampu meningkatkan daya saing dan membuka akses pasar ekspor yang lebih luas.

Ia menyampaikan bahwa momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional dalam mendukung peningkatan ekspor Indonesia.

“Kinerja perdagangan Indonesia saat ini menunjukkan capaian yang sangat positif dengan surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS pada tahun 2026. Ini merupakan tren positif yang terus berlanjut selama 71 bulan berturut-turut. Secara fundamental ekonomi kita cukup kuat, didorong oleh keberhasilan produk dalam negeri menembus pasar internasional, di mana Jawa Barat menjadi salah satu kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Perdagangan juga berupaya mendorong dan mendukung tiga pilar utama program kementerian, yaitu penguatan pasar domestik, perluasan pasar internasional, serta pemberdayaan UMKM agar mampu bersaing secara global.

Saat ini, ekspor Indonesia masih didominasi oleh tiga negara tujuan utama, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, dan India. Menanggapi tantangan tarif terhadap produk Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat, Kementerian Perdagangan telah menjalin kerja sama dengan 20 negara lainnya sebagai bentuk diversifikasi pasar. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor strategis, di antaranya: Maria Sidabutar – Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI; Annisa Hapsari – Atase Perdagangan Den Haag; dan Darfi Rizkavirwan – Trainer dan Pengajar Desain Komunikasi Visual IDDC.

Melalui sesi diskusi panel, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi peningkatan daya saing produk, akses pembiayaan ekspor, penguatan branding dan packaging, hingga peluang pasar internasional khususnya di wilayah Eropa.

Tidak hanya seminar, kegiatan juga dilengkapi dengan Startup & UMKM Showcase Tour yang memberikan kesempatan bagi tamu undangan, narasumber, dan kurator untuk melihat langsung berbagai produk inovatif dari startup dan UMKM peserta. Showcase ini menjadi ruang promosi sekaligus evaluasi produk untuk melihat kesiapan bisnis menuju retail modern dan pasar global.

Selain itu, peserta juga memperoleh kesempatan konsultasi bisnis secara langsung bersama para expert dan praktisi industri guna memperkuat kesiapan usaha dari sisi model bisnis, pemasaran, hingga strategi ekspansi pasar.

Melalui Workshop Campuspreneur 2026, Tel-U bersama Bandung Techno Park dan Kementerian Perdagangan RI berharap dapat melahirkan lebih banyak startup dan UMKM yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan entrepreneurship dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Penulis: Khairul Muflih | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link