• Program Citarum Harum 

Mahasiswa/i Tel-U berpartisipasi dalam program layanan masyarakat Citarum Harum. Program ini merupakan program pemerintah pusat yang telah diberlakukan pada Februari 2018.  Sejak diberlakukannya keputusan Presiden Nomor 15/2018 tentang penanggulangan sungai Citarum, semua pemangku kepentingan telah bekerja sama untuk memulihkan sungai yang beberapa waktu lalu menerima gelar sebagai salah satu sungai paling kotor di dunia.

Berbagai langkah telah diambil seperti melibatkan Universitas melalui program layanan masyarakat pendidikan 3R Citarum Harum Thematic KKN, meningkatkan kesadaran masyarakat dan penyerahan insinerator di sektor bantaran sungai Citarum. 

Pada program ini, Tel-U menjadi bagian dari 2600 mahasiswa dari Universitas lain yang berkontribusi terhadap keberhasilan program pendidikan 3R Citarum Harum Thematic KKN yang berlangsung dari 16 Juli hingga 29 Agustus 2018.

Selain insinerator yang kapasitas sampahnya mencapai 120 ton per hari, Mohammad Nasir selaku menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi, dikawal oleh rektor Tel-U, Prof. Ir Mochammad Ashari menanam beberapa bibit pohon damar dan biji kopi di tepi sungai Citarum. Lingkungan sungai yang sebelumnya kering kini menjadi lebih hijau dan indah.

Pada pelaksanaan program Citarum Harum ini, Presiden Joko Widodo menargetkan penanganan Sungai Citarum dilakukan selama 7 tahun. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa/i Tel-U dan mahasiswa lainnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, memberikan edukasi tentang pentingnya peran sungai Citarum sebagai sumber kehidupan.

  • Creativity Station Program 

Mahasiswa/i Tel-U berpartisipasi dalam Stasiun Kreativitas 2019 di Gambung, Jawa Barat pada 31 Juli hingga 9 Agustus 2019. Stasiun Kreativitas adalah kegiatan rutin di bawah Proyek Beyond Engineering Education (BEE) yang diadakan oleh Universitas Nasional Pusan ​​(PNU) dan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan bekerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia dan Korea. Di mana ada 24 mahasiswa Korea, 10 mahasiswa Universitas Telkom dan 13 dari 3 universitas lain di Indonesia yang berpartisipasi pada kegiatan ini.

Kegiatan yang rutin diadakan sejak 2010 adalah kegiatan dalam proses pembelajaran bagi siswa melalui kegiatan pengabdian masyarakat (Engineering Services Learning). Di mana siswa diberi tanggung jawab untuk mencari masalah dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di masyarakat dan harus dapat menawarkan solusi untuk masalah ini dalam bentuk produk yang siap digunakan.

Pada kegiatan ini, Rektor Tel-U Prof. Adiwijaya menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, di mana siswa akan melihat masalah secara langsung, berpikir sederhana solusi untuk membuat solusi sehingga dapat diterapkan di masyarakat.

Solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa/i Tel-U adalah bagaimana mengoptimalkan penggunaan pembangunan ekonomi di pusat penelitian teh dan kina Gambung, Jawa Barat melalui alat sederhana. Kolaborasi antara Tel-U dan Universitas Pusan tidak hanya melibatkan mahasiswa tetapi juga dosen.

Tel-U dan Universitas Pusan sudah memiliki pusat penelitian di Tel-U bernama Beyond Engineering Education (BEE) di pusat penelitian ini. Proyek yang akan dilaksanakan antara Korea dan Indonesia adalah Program Pembelajaran Layanan Rekayasa Global, Layanan Rekayasa di Komunitas Layanan Rekayasa. Program dan Penelitian Kolaboratif dalam Program Desain Capstone.

  • Membantu Pengabdian Masyarakat Dosen

Mahasiswa/i Tel-U berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang merupakan dharma ketiga dari tridarma perguruan tinggi. Dharma pengabdian masyarakat berjalan selaras dengan aktivitas penelitian, sehingga seluruh dampak dilaksanakannya penerapan berupa  teknologi, metode, dan aplikasi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Kegiatan Pengabdian Masyarakat diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM). Mulai Tahun 2018, Direktorat PPM dibawah kepemimpinan Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Kemahasiswaan (Warek IV) mengadakan revisi dan update skema pengabdian masyarakat dengan mengusung tema GRS-Pro : “Global Research and Community Services Program”, yang antara lain memasukan unsur global (internasional) pada salah satu skemanya dan menitikberatkan pada kolaborasi kegiatan pengabdian masyarakat disamping fokus pada penerapan hasil penelitian praktis.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa/i Tel-U dapat semakin berkembang dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.