27 Jul 2015

Bambu dan Kayu Kelapa Jadi Coffee Table, Karya Mahasiswa FIK Jadi Favorit di Bravacasa Design Challenge Competition 2015

BANDUNG, TEL-U – Mahasiswa Desain Interior (DI) angkatan 2011 Fakultas Industri Kreatif (FIK), Rangga Panji Sangkala menjadi juara favorit pada kompetisi desain Bravacasa Design Challenge Competition 2015. Kompetisi berlangsung di The Ritz Carlton Jakarta 9-12 Juli 2015.

“Pada kompetisi ini saya membuat Coffee Table yang terbuat dari material anyaman bambu dan kayu kelapa,” kata Rangga, Senin (27/7). Desain Coffee Table terbilang unik, bentuknya mirip gerobak pikul yang biasa dipikul oleh penjual tahu gejrot. “Oleh karenanya saya memberi nama karya saya ini Bakul Coffee Table. Bakul kependekan dari ‘gerobak pikul’,” tambah Rangga.

Dalam mendesain Coffee Table ini, Rangga terinspirasi dari artefak tradisional nusantara seperti topi petani dan bakul. Sehingga penekanan desain terletak pada penerapan anyaman bambu pada furniture yang membentuk dua buah kerucut. Dua buah kerucut tersebut memiliki diameter berbeda satu sama lain. Sehingga bentuknya tampak dinamis dan unik.

“Selain anyaman bambu, saya juga memilih material kayu kelapa. Kayu kelapa terbilang kokoh dan memiliki serat yang unik sehingga menambah kesan estetika furniture,” katanya. Selain itu, menurut Rangga anyaman bambu dan kayu kelapa merupakan material yang mencirikan khas Indonesia. Bambu dulu sering digunakan dalam arsitektur rumah tradisonal Indonesia sedangkan kayu kelapa mencerminkan Indonesia sebagai negara maritim.

Karena materialnya yang khas, Bakul Coffee Table menyedot perhatian pengunjung Bravacasa Design Challenge Competition 2015 dan memilihnya sebagai karya furniture yang terfavorit. “Materialnya sendiri sangat mudah dijumpai di Indonesia. Namun khusus untuk Bakul Coffee Table saya memperoleh kayu kelapa dari lampung,” tegasnya.

Mengubah kayu kelapa menjadi bidang meja tentu tidak mudah. Mengingat kayu kelapa mempunyai diameter yang kecil. Sementara untuk bidang meja membutuhkan bidang kayu dengan diameter 80 cm. “Top tablenya sendiri terdiri dari beberapa papan kayu kelapa yang dilem menggunakan lem dua komponen. Sedangkan untuk konstruksi meja menggunakan teknik sambungan purus,” kata Rangga.

Bravacasa Design Challenge Competition 2015 bukanlah akhir cerita dari Bakul Coffee Table. Rencananya, Rangga ingin menyempurnakan desain meja ini agar lebih baik untuk dipamerkannya pada pameran desain furniture skala nasional dan internasional.

“Saya berharap desain Bakul Coffee Table dapat menginspirasi para desainer Indonesia bahwa negara ini kaya akan material alam yang bisa diterapkan pada furniture,” tuturnya. (Purel/Risca)

Previous Article Next Article

Leave a Reply