19 May 2014

Bandung Jadi Salah Satu Sumber Pengajar Muda Berkualitas

BANDUNG, TEL-U – Bandung ternyata menjadi salah satu daerah regional yang selama ini menjadi sumber pengajar muda berkualitas bagi program Indonesia Mengajar. Ini terutama ditunjang karena Bandung memiliki banyak perguruan tinggi hebat yang melahirkan anak-anak muda berpotensi calon pemimpin bangsa.

“Tujuan dari Indonesia Mengajar adalah untuk menciptakan jejaring pemimpin muda yang berwawasan dunia dan Bandung merupakan salah satu regional yang menjadi sumber pengajar muda berkualitas,” kata Public Engagement Indonesia Mengajar, Shelly Kristin.

Hal ini disampaikan Shelly pada acara Roadshow Indonesia Mengajar angkatan IX yang digelar Jumat (9/5) lalu di Aula Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Telkom University. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa yang datang tidak hanya dari Telkom University, namun juga berasal dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Bandung. Hadir pula alumni pengajar muda Indonesia Mengajar mulai dari Angkatan I.

Pada kesempatan itu Shelly juga menjelaskan bagaimana proses pendaftaran mahasiswa yang berminat bergabung dalam program Indonesia Mengajar ini. “Ada tahapan yang harus dilewati, antara lain Automatic Scoring, Seleksi Essay, Direct Assessment, Medical Chekup, dan Training,” katanya. Shelly juga mengajak audien yang hadir untuk tidak minder mendaftar jadi pengajar muda. Walaupun syarat utamanya minimal telah lulus S1.

Dekan FKB Dr. Jafar Sembiring mengatakan Indonesia Mengajar merupakan kesempatan luar biasa yang dapat dilakukan mahasiswa. “Indonesia Mengajar adalah kesempatan yang dapat kalian lakukan sebagai mahasiswa untuk membantu saudara-saudara kita di pelosok negeri,” ujarnya.

Pada sesi selanjutnya, peserta terlihat begitu antusias ketika mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD). Acara diwarnai dengan diskusi dan sharing pengalaman dari para pengajar muda. Salah satu pengajar muda, Devi Ulumit Tias tidak ketinggalan memberikan motivasi kepada kelompok FGD yang ia ikuti. “Kalian coba pilih jalan yang gak biasa, supaya bisa melihat dunia,” katanya. (Purel/DH)

Previous Article Next Article

Leave a Reply