20 Oct 2014

Dirut Bank Mandiri: Wirausahawan Masih Sering Dipandang Sebelah Mata

BANDUNG, TEL-U – Angka pelaku wirausaha di Indonesia masih jauh dari lima persen, yakni angka ideal pelaku wirausaha di negara maju. Salah satu penyebabnya, sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata seorang wirausahawan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G. Sadikin, saat memberikan materi kuliah umum mengenai Kewirausahaan dan Kepemimpinan. Acara ini digelar di Aula Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University (Tel-U) Kamis (16/10).

“Tantangannya sekarang adalah masih banyak orang yang berpikir kalau jadi wirausahawan itu gak punya masa depan yang cerah. Padahal Indonesia punya potensi yang besar terutama pada generasi mahasiswa,” katanya.

Karena itu, kata Budi, untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, pihaknya gencar memberikan stimulus kepada generasi muda untuk berwirausaha. Selain memberikan kuliah umum, Dirut Bank Mandiri juga memberikan bantuan pendidikan kepada Telkom University sebesar Rp 100 juta.

Acara ini berhasil menarik animo mahasiswa yang hadir sebagai peserta. Dari data yang diperoleh dari pihak panitia penyelenggara, terdapat hampir 600 mahasiswa yang sebagian besar berasal dari Tel-U yang memadati ruangan kuliah umum ini.

Menurut salah satu peserta kuliah umum, Bimantoro Kushari, kuliah umum kali ini cukup berkesan. Dia tidak menduga peserta kuliah umum siang itu hampir mencapai 600 orang. Dirinya juga berharap dengan mengikuti acara ini akan menambah pengetahuan di bidang wirausaha dan juga kepemimpinan.

“Tentunya dapat menambah kualitas intelektual dalam hal wirausaha, juga dapat mengetahui bagaimana memimpin organisasi sebesar Bank Mandiri. Apalagi, pembicaranya seru walaupun ia seorang Dirut. Biasanya kan pimpinan kaku dalam menyampaikan materi kuliah umum,” tuturnya.

Rektor Telkom University, Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D. juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Mandiri. Menurut Rektor, Bank Mandiri memiliki kesamaan pandangan untuk mendorong kreativitas mahasiswa dan memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Saya sangat berterimakasih tentunya. Kami juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa Tel-U, juga memutus kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, program CSR seperti yang dilakukan Bank Mandiri ini dirasa tepat untuk mewujudkan komitmen tersebut,” katanya. (Purel/DH)

Previous Article Next Article

Leave a Reply