Dr. Kurniawan Nur Ramadhani, S.T., M.T. Raih Gelar Doktor dengan Ciptakan Sistem Deteksi Deepfake

Dr Kurniawan Nur Ramadhani S T M T Raih Gelar Doktor dengan Ciptakan Sistem Deteksi Deepfake

Bandung, 14 Februari 2025 โ€” Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang menggeliat dengan masif membuat perkembangan manipulasi media yang semakin canggih dan sulit dibedakan dari aslinya. Teknologi yang disebut deepfake ini menggunakan kecerdasan buatan untuk menggabungkan atau mengganti wajah atau suara seseorang dalam video atau gambar dengan wajah atau suara orang lain. Namun, perkembangan dan pemanfaatannya ternyata tidak hanya digunakan untuk tujuan positif. Tidak jarang ditemukan pemanfaatan deepfake digunakan untuk menyebarkan berita palsu atau hoaks.

Kesadaran terhadap tersebut memotivasi salah seorang dosen Program Studi S1 Informatika, Fakultas Informatika (FIF), Telkom University (Tel-U), Dr. Kurniawan Nur Ramadhani, S.T., M.T., untuk melakukan penelitian disertasi berjudul โ€œDeteksi Video Deepfake menggunakan Ekstraksi Fitur Spasiotemporalโ€. Melalui dengan disertasi tersebut pula, beliau berhasil meraih gelar doktor Teknik Informatika dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Rabu (12/7). 

โ€œPenyalahgunaan deepfake yang saat ini kerap terjadi berpotensi menimbulkan kerugian, baik materi maupun non-materi. Untuk itu, penelitian saya ini bertujuan untuk mendeteksi video deepfake dan mengurangi penyalahgunaanya, terutama pada media sosial,โ€ jelas Kurniawan.

Melalui sistem deteksi deepfake yang dihasilkannya, Kurniawan berharap agar sistem tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan dalam lingkungan yang lebih menantang. Di samping itu, teknik pembangkitan deepfake yang terus berkembang luas juga menuntut penelitian ini untuk turut berkembang secara berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat dapat terproteksi dari berbagai konten hoax yang disebabkan oleh penyalahgunaan deepfake.

Perjalanan dalam meraih gelar doktor tersebut nyatanya tidak terlepas dari berbagai dukungan yang diberikan oleh Tel-U. Beliau menjelaskan bahwa institusi dalam prosesnya memberikan pendanaan berupa dana pendidikan, dana penelitian dan publikasi. Selain itu, proses diskusi dengan dosen senior dan adanya proses mentoring selama S3 yang sangat membantu dan mendukung selama masa studi yang ia jalani.

โ€œStudi doktoral mungkin bukan hal yang mudah. Tetap semangat, fokus, tingkatkan kesabaran, dan terus berjuang meraih hasil terbaik yang kita bisa. InsyaAllah kesuksesan menanti kita,โ€ pesan Kurniawan kepada dosen lainnya yang sedang dan akan menjalani studi doktoral. 

Penulis: Aqila Zahra Qonita | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *