10 Mar 2015

Ini Rahasia Mahasiswa FRI Unggul di Championship Regeneration 2015

BANDUNG, TEL-U – Lomba debat Championship Regeneration 2015 yang diselenggarakan oleh SEARCH Telkom University (Tel-U) pada Februari lalu menghasilkan tim Fakultas Rekayasa Industri (FRI) sebagai juara pertama. Tim yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Teknik Industri angkatan 2013 yakni Wibowo Suryo Tiyarto, Agung Ghufran Pramasatya, dan Sindhani Rahmalia Sudono. Bahkan Sindhani Rahmalia terpilih menjadi The Best Speaker pada kompetisi tersebut.

Apa sih rahasianya sehingga mereka menang?

Menurut Wibowo, kompetisi yang mengusung tema “Innovative Strategy To Be Great Marketeers In Asean Economic Community” cukup sengit. Tim berhasil melewati lima tahap tantangan yakni babak Pre-liminary 1, Pre-milinary 2, penyisihan per-delapan final, semifinal, final hingga perebutan juara 1 dan 2.

“Kami dapat melewati itu semua karena kami terus mengevaluasi setiap tahap perdebatan. Tim menciptakan suatu strategi. Dari segi teknis yaitu case building dan saat debat itu sendiri,” tutur Wibowo, Senin (9/3). Lanjutnya, tantangan yang harus tim hadapi adalah mempertahankan argumen di hadapan dewan juri. Tim harus meyakinkan argument yang didukung dengan data-data yang dicari saat case bulding.

“Perdebatan itu ‘ga asal ngomong’. Tim mencari fakta mengenai mosi dari tema yang diperdebatkan. Kami pun berusaha untuk mengindikasikan akibat munculnya data tersebut. Materi marketing didalam kompetisi ini cukup dalam. Namun ini tantangan bagi kami, karena mata kuliah Sistem Manajemen Pemasaran baru kami dapat pada semester ini sehingga kami harus mempelajari kasus-kasus yang belum kami pelajari,” jelasnya.

Bagi tim FRI, system, strategi dan evaluasi secara kontinu setelah perdebatan merupakan salah satu penunjangnya. Disini, kami mencoba agar menarik dewan juri dengan kualitas dialog dan argument yang didukung dengan data.

“Kemampuan yang harus kita punya untuk memenangkan kompetisi debat adalah rasa percaya diri, penguasaan materi, strategi dan sistem pembagian tugas yang terencana. Kemudian dukung argument dengan data,” kata Wibowo. Baginya, dalam memenangkan kompetisi debat harus didukung dengan kerjasama tim yang solid. Dukungan doa orang tua juga menentukan.

“Hal penting yang harus diingat dalam menghadapi lawan debat adalah jangan pernah meremehkan lawan dan jaga sikap dan perilaku kita. Jadilah pendengar yang baik untuk menemukan kesalahan lawan,” ujar Wibowo. (purel/risca)

Previous Article Next Article

Leave a Reply