BANDUNG, 22 Juni 2026 — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kemampuan menulis tetap menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh praktisi komunikasi. Menjawab tantangan tersebut, dosen Program Studi Digital Public Relations (DPR), Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Telkom University (Tel-U), Dr. Muhammad Sufyan Abdurrahman, S.Sos., resmi meluncurkan buku ajar terbarunya yang berjudul Digital Public Relations Writing pada Jumat (05/06).
Peluncuran buku berlangsung di Laboratorium Digital Public Relations dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta program studi. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FKS Dr. Iis Kurnia Nurhayati, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Dukungan Penelitian Dr. Martha Tri Lestari, Ketua Program Studi Digital Public Relations, serta para dosen di lingkungan DPR.
Buku Digital Public Relations Writing hadir sebagai respons atas pertanyaan yang semakin relevan di era digital: apakah kemampuan menulis masih diperlukan ketika AI mampu menghasilkan teks dalam hitungan detik? Melalui buku ini, Dr. Sufyan menegaskan bahwa teknologi dapat mempercepat proses kerja, namun esensi komunikasi yang efektif tetap bertumpu pada manusia.
Aspek fundamental seperti kejelasan pesan, akurasi informasi, sensitivitas konteks, serta kemampuan membangun kepercayaan dengan audiens merupakan elemen penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam praktik public relations yang kredibel dan berdampak.
Berbeda dari literatur PR Writing konvensional, buku ini menawarkan perspektif baru mengenai hubungan antara manusia dan AI dalam dunia komunikasi digital. Alih-alih memandang AI sebagai ancaman, buku ini mengajak insan komunikasi untuk memanfaatkannya sebagai alat bantu strategis yang mampu meningkatkan efektivitas kerja, tanpa menghilangkan sentuhan manusiawi (human touch) yang menjadi inti dari komunikasi publik.
Antusiasme terhadap buku ini pun sangat tinggi. Dalam waktu kurang dari satu pekan sejak diperkenalkan, Digital Public Relations Writing telah terjual lebih dari 200 eksemplar. Capaian ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan referensi yang relevan dengan dinamika industri komunikasi saat ini.
Melalui peluncuran buku ini, Digital Public Relations Writing diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa, akademisi, hingga praktisi komunikasi. Lebih dari sekadar buku ajar, karya ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi para profesional untuk tetap adaptif, relevan, dan mempertahankan nilai kemanusiaan di tengah transformasi digital yang terus berkembang.
Penulis: Ilham Ferdi | Editor: Belinda Fransisca Bunad | Foto: Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial