09 Dec 2013

Jusuf Kalla Kunjungi Kampus Telkom University

BANDUNG TEL-U – Pengusaha sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 Jusuf Kalla mengunjungi kampus Telkom University, Senin (9/12/2013). Agenda kunjungannya yakni menyampaikan kuliah umum tentang Entrepreneurship. Kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa TES, TEBS,TASS dan TCIS tersebut berlangsung di aula TASS Telkom University.

“Jika negara ini ingin maju maka semangatnya harus maju. Dan Anda generasi muda harus tetap punya semangat untuk kemajuan bangsa ini. Maka entrepreneur adalah perpaduan dari  kemauan, semangat, keilmuan dan keberanian untuk maju,” ungkap Kalla kepada seluruh mahasiswa Telkom University saat itu.

Menyoal entrepreneur, Kalla menganggap bukan sekedar perbicangan di dalam seminar atau diskusi. Tapi, “Just do it,” tegasnya. Dalam dunia usaha, ada istilah harus ada nilai tambah dan lebih baik. Kalla menyebutkan, nilai tambah tercipta  oleh teknologi, kemampuan dan upaya. Tugas entrepreneur menciptakan nilai tambah itu. Salah satunya dengan  meningkatkan kemajuan inovasi  dan kreativitasnya, serta keberanian menanggung resikonya.

“Industri kreatif tidak ada batasannya selama ada inovasi di dalamnya. Pun, tak ada bisnis yang bisa langsung besar. Bisnis ada ukurannya. Dari yang kecil, menengah hingga besar. Tinggal bagaimana Anda menyanggupinya,” kata Kalla.

Menurut Kalla, seorang pengusaha harus berani ambil resiko. Ada kegagalan berarti ada kesalahan. Saat mengalami kegagalan, seorang pengusaha harus bisa mengevaluasi dimana letak kesalahan itu, kemudian memperbaikinya.

“Dulu banyak pemuda ingin menjadi pegawai karena hampir tidak ada resikonya. Sedangkan menjadi pengusaha resikonya besar, tapi keuntungan besar pula. Namun, dalam suatu kegiatan wirausaha pasti akan ada resiko di dalamnya,” papar Kalla.

Sebelum mengakhiri kuliah umumnya, Kalla membuka kesempatan mahasiswa untuk bertanya seputar kewirausahaan kepada dirinya. Banyak di antara mahasiswa Tel-U  yang sudah menyelami dunia wirausaha. Mereka pun tampak antusias mengikuti kuliah umum saat itu.

“Siapa pun bisa menjadi pengusaha. Tetaplah inovatif dan menerapkan nilai kejujuran dalam menjalankan usaha,” pungkas Kalla. – KOMPRO TEL-U/Risca

Previous Article Next Article

Leave a Reply