Mahasiswa Tel-U Berikan Edukasi Bahaya Judi Online, Pentingnya Data Pribadi bagi SMA/K di Era Digital

Klaten, 6 Januari 2026 – Tel-U menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait edukasi bahaya judi online serta pentingnya pengamanan data pribadi bagi siswa SMA/K yang dilaksanakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Informatika (FIF) didampingi oleh dosen pembimbing, Lazuardy Syahrul Darfiansa, S.Pd., M.Kom., di SMA Negeri 1 Cawas, Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (20/11). 

Seminar edukatif ini disampaikan melalui media video pembelajaran, peserta diperkenalkan bagaimana sistem judi online online bekerja, serta dampak sosial-psikologis yang ditimbulkannya, dan praktik keamanan digital seperti pengelolaan password, autentikasi dua faktor, dan kewaspadaan terhadap phishing. Tujuannya agar meningkatkan literasi digital dan kesadaran siswa SMA/K terhadap ancaman di dunia maya agar mereka menjadi generasi yang cerdas digital. 

Pemilihan SMA Negeri 1 Cawas, Kabupaten Klaten, sebagai sasaran program didasari oleh profil sekolah yang memiliki jumlah peserta didik besar dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Meski mayoritas siswa telah memiliki perangkat digital dan aktif menggunakan internet untuk media sosial hingga belajar, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingginya intensitas penggunaan teknologi tersebut belum dibarengi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.

Kondisi ini diperparah oleh fase remaja siswa yang cenderung memiliki rasa ingin tahu tinggi namun mudah terpengaruh, sehingga mereka menjadi target empuk konten berisiko seperti judi online, iklan manipulatif, dan penipuan digital. Minimnya edukasi formal mengenai perlindungan data pribadi juga menempatkan siswa pada posisi rentan terhadap ancaman kejahatan siber (cyber crime).

Guna memitigasi dampak negatif teknologi, mahasiswa FIF Tel-U Ana Zulfia, Rico Adrian Firmansyah, dan Abdul Malik merancang program edukasi yang memadukan metode konvensional dan modern. 

Program ini bertujuan untuk memberikan lapisan pertahanan utama bagi siswa dari ancaman siber. “Sebagai solusi konkret, kami menyelenggarakan seminar offline di sekolah serta membuat video edukasi di YouTube. Materi yang kami sampaikan membahas tuntas bahaya judi online serta urgensi perlindungan data pribadi di era digital saat ini,” tegas Lazuardy. 

Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Narasumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link