16 Aug 2016

Mahfud M D Ajak Maba Tel-U Manfaatkan Peluang untuk Maju

BANDUNG, TEL-U – Setiap generasi muda harus memanfaatkan peluang untuk maju dan menjaga negara dan bangsa ini sebagai satu ikatan kebangsaan. Karena kalau tidak bisa menjaga bangsa dan negara, generasi muda tidak bisa leluasa meraih cita-cita dan tentunya mengkhianati para leluhur yang sudah memberikan negara yang merdeka.

Ini disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013, Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U dalam seminar Wawasan Kebangsaan bagi mahasiswa baru Telkom University (Tel-U). Seminar tersebut masuk ke dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Batch 2 yang diselenggarakan di Telkom University Convention Hall (TUCH), Minggu (14/8).

“Saudara harus punya rasa nasionalisme, rasa cinta terhadap negara ini. Apalagi kita mempunyai Pancasila sebagai dasar negara, di mana di situ terkandung sumpah kita untuk bersatu di dalam perbedaan” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, wawasan kebangsaan adalah cara pandang bersama, bahwa Indonesia bersatu di dalam sebuah ikatan kebangsaan meskipun terdiri dari berbagai macam ikatan primordial yang berbeda. Ikatan primordial itu secara sederhana terdiri dari agama, ras, suku, kedaerahan, dan bahasa.

“Kita punya berbagai macam perbedaan tetapi masih bisa bersatu sebagai bangsa Indonesia melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Nah itulah yang dikagumi oleh dunia luar terhadap Indonesia,” ujarnya.

Mahfud juga menjelaskan, saat ini Indonesia sedang berada di tengah hubungan internasional yang mengglobal. Menggoblal, jelas Mahfud, memiliki arti bahwa sudah tidak ada lagi batasan secara fisik yang membatasi dalam berhubungan dengan pihak luar. “Unsur utama globalisasi itu adalah tekonologi informasi, dan saudara ada di lapangan itu sekarang,” ujarnya.

Ada empat ciri globalisasi menurut Mahfud yang tidak bisa generasi muda hindari, yaitu demokratisasi, isu perlindungan Hak Asasi Manusia, isu lingkungan hidup, dan ekonomi dengan sistem ekonomi pasar bebas.

“Nasionalisme kita sekarang dituntut untuk maju agar bisa bertahan dengan cara kemajuan teknologi terutama teknologi informasi. Harus menguasai itu kalau kita tidak ingin kalah,” ujarnya. (purel/ead)

Previous Article Next Article

Leave a Reply