25 Apr 2016

Media Diminta tidak Mengeluarkan Kritik Negatif

BANDUNG, TEL-U – Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta pers Indonesia untuk bergotong royong membangun bangsa. Salah satu yang dapat dilakukan oleh media massa yaitu tidak menampilkan berita atau tayangan buruk yang dapat menimbulkan dampak negatif. Dengan begitu media dapat turut serta membangun karakter bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti pada diskusi Editor’s Meeting yang diselenggarakan di Four Points Hotel Bandung, Kamis (21/4).

Komentar senada dikemukakan oleh Sosiolog Prof Paulus Wirutomo. Menurutnya, kritik media penting tapi jangan menebar energi negatif kepada masyarakat. “Saya setuju dengan Presiden Jokowi yang ingin melakukan revolusi mental dan revolusi mental itu paling tidak mencakup tiga hal yakni nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong,” kata Guru Besar FISIP Universitas Indonesia.

Menanggapi hal ini, blogger sekaligus aktivis di media sosial, Wicaksono mengatakan kritik yang dilakukan media termasuk media sosial terhadap kinerja pemerintah jangan dilihat sebagai hal buruk yang dapat menimbulkan dampak negatif. “Saya kurang sepakat dengan pendapat pemerintah yang menyebutkan pers kebablasan,” katanya.

Pria yang memiliki nama akrab “Ndoro Kakung” di media sosial ini menyebutkan, media sosial memiliki kekuatan yang sangat besar, termasuk di dalamnya sebagai cara untuk mengontrol seperti apa kinerja yang dilakukan pemerintah selama ini. “Justru kalau media hanya memberitakan hal positif, pemerintah bisa terlena dan tidak tanggap terhadap kekurangan yang ada,” katanya.

Selain tiga pembicara ini, hadir pula antara lain Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto, perwakilan media massa, dan perguruan tinggi di Bandung. Dari Telkom University antara lain hadir perwakilan dari UKM Aksara dan Kementerian Kominfo BEM Tel-U. (purel/raf)

Previous Article Next Article

Leave a Reply