16 May 2014

Ngamumule Budaya Sunda dengan Creature Sundanism

BANDUNG, TEL – U – Alunan musik karinding, calempung, dan angklung meramaikan lapangan parkir Telkom University Convention Hall pada Sabtu (10/05) lalu. Sejumlah alat musik hasil karya tangan-tangan trampil putra Sunda dimainkan dengan asyik oleh sejumlah anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paguyubuan Sunda.

Dengan tema “Ngamumule Budaya Sunda”, mereka menggelar sebuah perhelatan besar tahunan bertajuk “Creature Sundanism”.

Puluhan kesenian asli Sunda ditampilkan oleh berbagai komunitas kesenian Sunda di Bandung untuk memeriahkan acara ini. Selain karinding, calempung, dan angklung, tampak pula arumba yang dimainkan dengan piawai. Tidak hanya itu, berbagai upacara dan tarian juga ditampilkan pada pagelaran ini. Sebut saja lengser, tarawangsa, lodong koclak (bambu gila) , tarian jaipong , dangdut dan puluhan kesenian lainnya.

“Acara ini merupakan suatu ajang untuk melestarikan budaya Sunda karena kita tahu bersama kalau budaya Sunda sendiri sudah mulai terkikis oleh budaya barat yang semakin cepat berkembang, apalagi di kalangan anak muda,” ujar Ketua Penyelenggara Acara Creature Sundanism, Muhammad Pringga.

Melalui acara ini, kata Pringga, para mahasiswa ingin mengingatkan semua pihak bahwa Sunda masih punya banyak sekali kesenian yang bisa dilestarikan bersama.

Untuk lebih mengentalkan rasa cinta pada budaya, para pengunjung dimanjakan dengan dekorasi khas sunda yang dibuat oleh para panitia penyelenggara. Antusiasme para pengunjung lebih terlihat ketika mereka ikut naik ke panggung dan melenggok bersama para penari jaipong dan kesenian dangdut. Maka, ditemani musik, pengunjung pun bergoyang mengikuti irama. Ayo mang!

Puncak pagelaran Sunda ini ditutup dengan puluhan kembang api yang berpendar di langit malam kawasan Bandung Technoplex. (Purel/azzah)

Previous Article Next Article

Leave a Reply