Bandung, 25 November 2025 – Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (KOMDIGI) bersama CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE), Telkom University, melanjutkan program Swakelola Kajian Reorientasi Program BAKTI dengan fokus pada manajemen operasional, logistik, transportasi, dan rantai pasok dalam telekomunikasi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur BAKTI, serta Vice President Regulatory Management PT Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas layanan digital di seluruh Indonesia.
Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 25 November 2025, Telkom University diwakili oleh CoE SHE membahas secara mendalam mengenai manajemen operasional untuk mendukung implementasi infrastruktur telekomunikasi, yang meliputi pengelolaan logistik, transportasi, dan rantai pasok yang efisien. Pembahasan ini juga berfokus pada pengelolaan distribusi perangkat keras dan infrastruktur telekomunikasi yang tepat guna, dengan mempertimbangkan tantangan geografis dan operasional di berbagai wilayah Indonesia.
Dr. Endang Chumaidiyah, selaku Ketua CoE SHE Telkom University, menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara semua pihak dalam memastikan kelancaran program ini. “Selain aspek teknis, kami juga perlu memastikan bahwa manajemen logistik dan transportasi berjalan dengan baik. Hal ini akan sangat mempengaruhi kecepatan dan kualitas layanan yang kami berikan, terutama dalam menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujar Dr. Endang.
Selain itu, Dr. Nachwan Mufti Adriansyah selaku Ketua Kajian Reorientasi BAKTI juga memberikan pernyataan yang sangat mendalam mengenai pentingnya kerjasama ini dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. Menurutnya, “Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan dalam memperluas akses telekomunikasi, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di desa-desa dan pelaku usaha kecil, yang selama ini belum maksimal dalam memanfaatkan teknologi digital.” Bapak Nachwan juga menekankan pentingnya digital supply chain management dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan distribusi perangkat telekomunikasi ke berbagai daerah.
Diskusi dalam rapat ini juga mencakup pentingnya pengelolaan rantai pasok yang efektif, di mana tidak hanya pengadaan dan distribusi perangkat yang menjadi perhatian utama, tetapi juga koordinasi antara berbagai pihak, termasuk vendor, penyedia layanan, serta pemerintah daerah. Penggunaan platform digital dalam manajemen logistik dan transportasi turut dibahas sebagai solusi untuk mempermudah dan mempercepat distribusi perangkat telekomunikasi, khususnya ke daerah-daerah terpencil yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur yang terbatas.
Bapak Nachwan lebih lanjut menambahkan, “Melalui kerjasama ini, kami akan mengoptimalkan berbagai aspek operasional untuk mendukung percepatan program BAKTI. Keberhasilan distribusi perangkat akan menjadi kunci dalam memastikan layanan telekomunikasi yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.”
Selain operasional, Tingkat keamanan dan ketertiban program juga menjadi isu yang perlu dipertimbangkan, menurut Harris selaku perwakilan anggota Program BAKTI, menyatakan “Kegiatan Swakelola Kajian Reorientasi Program BAKTI ini bertujuan untuk memastikan bahwa program BAKTI tetap relevan dan efektif dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia, khususnya daerah Indonesia Timur, dan 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) selain itu, kerjasama dengan aparat keamanan negara perlu ditingkatkan, agar program ini dapat berjalan dengan lancer dan terkendali”.
Hasil pembahasan FGD menyoroti tantangan yang sering muncul dalam logistik dan transportasi, terutama terkait dengan pengiriman perangkat telekomunikasi ke wilayah yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, solusi transportasi yang efisien dan tepat guna menjadi bagian yang sangat penting dalam kesuksesan program ini. Dari transportasi darat, laut, hingga udara, berbagai alternatif akan dipertimbangkan untuk memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam akses terhadap layanan digital.
Dengan melibatkan Direktur BAKTI serta perwakilan dari Telkomsel dan Indosat Ooredoo, kerjasama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam pengembangan jaringan telekomunikasi nasional, menciptakan ekosistem digital yang inklusif, dan mendukung pemerataan akses informasi di seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau dengan baik.
Ke depan, KOMDIGI dan Telkom University yang diwakilkan oleh CoE SHE berharap bahwa langkah-langkah yang telah disusun dalam kajian ini akan memperkuat digitalisasi Indonesia secara menyeluruh, dengan memanfaatkan manajemen rantai pasok dan logistik yang optimal untuk mendukung Program BAKTI sebagai katalis dalam transformasi digital nasional.
Penulis: Haryasena Panduwiyasa | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations