Pengertian, Syarat, dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Pengertian Syarat dan Langkah Langkah Metode Ilmiah

Telkom University โ€” Kontribusi ilmu pengetahuan bagi kehidupan menjadikannya adalah hal yang akan terus berkembang. Untuk mendapatkan jawaban yang valid dan reliabel, para peneliti harus melakukan prosedur penelitian yang tepat melalui suatu proses metode ilmiah. Hal ini mendukung pendapat para ahli tersebut menjadi kredibel menjadi rujukan. Untuk itu, artikel kali ini akan mengajak TelUtizen untuk menjelajahi langkah-langkah metode ilmiah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau metode penelitian adalah serangkaian prosedur sistematis dan terstruktur yang digunakan peneliti untuk memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisik. Prosedur ini melibatkan langkah-langkah yang tersusun rapi, berlandaskan konsep berpikir ilmiah seperti analitis, logis, objektif, konseptual, dan empiris. Inti dari metode penelitian adalah merumuskan masalah sebagai langkah awal yang krusial, karena rumusan inilah yang menjadi panduan utama dalam proses penelitian untuk mencari jawaban yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Syarat-Syarat Metode Ilmiah

Sebelum memulai penelitian, dalam suatu metode ilmiah tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Hal ini menjadi tolok ukur dari keabsahan suatu proses metode ilmiah dalam penelitian. Berikut ini syarat-syarat yang harus diketahui:

  1. Fakta

Tahap pada metode ilmiah haruslah suatu fakta yang dapat ditangkap oleh akal sehat. Data yang disajikan harus merupakan fakta yang terbukti dan menjadi suatu kenyataan.

  1. Analitik

Syarat analitik berarti proses metode ilmiah harus disampaikan secara detail dengan metode yang saling berhubungan satu sama lain. 

  1. Tanpa prasangka

Metode ilmiah harus menghasilkan suatu hasil penelitian yang sesuai dengan keadaannya. Adapun hipotesis atau dugaan sementara yang ada pada penelitian memiliki ketentuan dalam pembuatannya. Ia harus berkaitan dengan fenomena dan sesuai dengan variabel yang ada pada penelitian.

  1. Konsisten

Selain itu, metode ilmiah juga harus dilakukan secara konsisten. Hal ini berarti rumusan masalah yang ingin diselesaikan harus konsisten dari awal hingga akhir penelitian. Tidak boleh berubah hingga proses tersebut menemukan kesimpulan.

  1. Objektif

Suatu metode ilmiah tentu harus bersifat objektif. Hal ini berarti pengukuran yang dilakukan memang melalui proses analitis yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak didominasi hanya oleh asumsi pribadi peneliti semata. Di sinilah penelitian terdahulu, teori-teori, pengujian lapangan berperan penting untuk membangun hasil penelitian yang objektif.

  1. Sistematis

Terakhir, metode ilmiah harus dilakukan dalam suatu proses yang sistematis. Metode ilmiah harus membentuk sistem yang menyeluruh, utuh, terpadu, dan dapat menjelaskan rangkaian dari sebab akibat yang berkaitan dengan objek penelitian dengan jelas.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

  1. Identifikasi Masalah

Awal dari metode ilmiah adalah mengidentifikasi masalah. Caranya yang paling mudah adalah dengan mengamati lingkungan di sekitar. Cara lainnya bisa juga dengan mengidentifikasi masalah melalui artikel maupun literatur yang sudah ada sebelumnya. Identifikasi masalah adalah tahapan yang sangat penting dalam proses penelitian. Sebab, penelitian dilakukan untuk menemukan kebaruan dan solusi, sehingga yang dilakukan oleh peneliti harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penyelesaian masalah. 

  1. Merumuskan Masalah

Ketika masalah sudah teridentifikasi, maka peneliti selanjutnya harus merumuskan masalah. Rumusan masalah memiliki keterkaitan erat dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Beberapa poin di bawah ini adalah yang perlu diperhatikan ketika membuat rumusan masalah:

  1. rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya yang akan dijawab dalam penelitian. Bentuk pertanyaan berkaitan dengan objek penelitianย  yang dapat digunakan adalah apa, bagaimana, mengapa, kapan, dan sebagainya, menyesuaikan kebutuhan penelitian.
  2. rumusan masalah haruslah sesuatu yang dapat diuji atau diobservasi pada penelitian untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  3. kalimat tanya pada rumusan masalah harus dibuat dengan jelas dan mudah dimengerti.

Dengan membuat rumusan masalah berarti peneliti sedang memetakan persoalan yang akan diketahui kebenarannya secara ilmiah melalui proses penelitian. Baiknya rumusan masalah dibuat dalam bentuk pertanyaan yang spesifik. Sebab, rumusan masalah yang spesifik dapat semakin mempermudah peneliti untuk melakukan penelitian ke depannya.

  1. Mengkaji Literatur

Dari rumusan masalah yang telah ditentukan, maka peneliti dapat menyusun dasar teori yang akan digunakan dalam penelitian. Dasar teori dapat diperoleh melalui proses mengkaji berbagai literatur yang relevan, yang dapat diperoleh dari membaca buku, menganalisis penelitian terdahulu, hingga membaca sejumlah artikel atau jurnal ilmiah yang berkaitan tentang topik penelitian.

  1. Merumuskan hipotesis

Selanjutnya adalah membuat hipotesis atau dugaan sementara berdasarkan rumusan masalah penelitian yang ada. Hipotesis harus dibuat berdasarkan dasar teori dan bersifat objektif atau terukur. Sebab, hipotesis adalah sesuatu nantinya akan dibuktikan kebenarannya melalui hasil analisa data yang diperoleh. 

Pada dasarnya, terdapat dua jenis hipotesis, antara lain:

  1. Hipotesis Nol (Ho)

Ho adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya pengaruh yang dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. Misal untuk penelitian berjudul โ€œPengaruh Peran Influencer terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Xโ€, maka Ho yang dihasilkan adalah, โ€œTidak ada pengaruh antara peran influencer  terhadap keputusan pembelian kosmetik Xโ€.

  1. Hipotesis Alternatif (Ha),ย 

Ha adalah hipotesis atau dugaan sementara yang menyatakan ada pengaruh. Misal, dengan judul yang sama, Ha yang dihasilkan adalah, โ€œTerdapat pengaruh antara peran influencer  terhadap keputusan pembelian kosmetik Xโ€.

  1. Merancang Penelitianย 

Berikutnya, penelitian dapat dilakukan. Namun, peneliti perlu merancang penelitiannya secara jelas terlebih dahulu. Mulai dari mempersiapkan alat dan bahan, menentukan data yang akan dikumpulkan, serta teknik pengumpulan data yang dilakukan. Dalam melakukan penelitian tertentu, ada tiga jenis variabel yang biasa digunakan, yakni:

  1. Variabel independen atau variabel yang menyebabkan perubahan pada variabel dependen.
  2. Variabel dependen atau variabel yang menerima perubahan dari variabel independen.
  3. Variabel kontrol atau variabel yang sengaja dibuat tetap agar tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya.

Dalam sebuah penelitian, keabsahan hasil yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh berbagai elemen yang disebut variabel. Terdapat tiga jenis utama variabel yang perlu diperhatikan, yaitu variabel dependen, variabel independen, dan variabel kontrol.

Sementara itu, langkah-langkah sistematis yang disusun secara detail untuk melaksanakan suatu pekerjaan disebut prosedur kerja. Prosedur ini dirancang agar mudah dipahami dan diikuti oleh pelaksana, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan efisien. Untuk memudahkan pemahaman, prosedur kerja sebaiknya divisualisasikan dalam bentuk diagram alir.

  1. Melakukan pengujian

Rangkaian penelitian berikutnya tentu adalah melakukan pengujian. Hal ini bermakna menguji hipotesis yang sudah dibuat melalui suatu proses pengambilan data. Data dapat diperoleh melalui berbagai cara, tergantung pada penelitian yang diinginkan  peneliti. Dapat diperoleh melalui eksperimen, observasi, survei, ataupun berbagai percobaan di laboratorium. 

Data yang telah diperoleh dari proses tersebut nantinya akan diolah dan dianalisis oleh peneliti. Dengan hasil analisis tersebut, maka peneliti dapat menentukan kesesuaian dengan hipotesis. Data-data ini akan bersifat objektif tanpa adanya pengaruh dari subjektivitas ilmuwan peneliti.

  1. Mengolah dan Menganalisis data

Pengolahan dan analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan tertentu. Pola ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan. Kesimpulan adalah pernyataan yang merangkum hasil kegiatan penelitian. Dalam menyusun kesimpulan, perlu ditentukan apakah data yang terkumpul mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, pengulangan penelitian beberapa kali diperlukan sebelum dapat membuat kesimpulan yang kuat.

  1. Membuat laporan penelitian

Suatu penelitian tidak akan memberi manfaat apa-apa bagi masyarakat luas bila hanya disimpan sebagai dokumen pribadi. Buatlah proses penelitian menjadi bermanfaat dengan menuangkan hasil penelitian tersebut dalam suatu laporan ilmiah. Laporan tersebut nantinya dapat dipublikasikan dalam jurnal, artikel ilmiah, atau bahkan dipresentasikan secara oral melalui forum-forum ilmiah. 

Sebagai manusia yang dibekali kemampuan istimewa untuk menghasilkan suatu buah pikir, maka menjadikan hal tersebut bermanfaat adalah suatu tindakan terpuji. Jangan batasi pengetahuanmu hanya untuk dirimu sendiri. Dengan memahami metode ilmiah, maka kamu dalam menjadikan bermanfaat dan membantu banyak orang. Yuk, mulai penelitianmu!

Penulis: Aqila Zahra Qonita | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *