10 Sep 2015

Penggunaan Internet di Indonesia Masih Berisi Pepesan Kosong

BANDUNG, TEL-U – Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo menargetkan pengguna internet Indonesia akhir tahun ini mencapai 150 juta orang. Artinya sebanyak 61 persen penduduk Indonesia bisa mengakses internet agar dapat dengan mudah saling terkoneksi satu sama lain. Tujuannya, agar tingkat pengetahuan masyarakat meningkat dan dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Menurut Menteri Kominfo Rudiantara hingga kini akses masyarakat terhadap internet sudah cukup baik namun nilai manfaatnya belum maksimal. Hal itu disampaikannya melalui pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Jendral Kominfo Dr. Suprawoto, SH.,M.Si pada acara Bandung ICT Expo di kampus Telkom University (Tel-U), Kamis (10/9).

“Keterlibatan masyarakat dalam interaksi penggunaan internet mayoritas masih partisipasi konten status berisi pepesan kosong, bukan konten positif yang bernilai manfaat. Nilai manfaat dari konektivitas internetlah yang penting,” kutipnya.

Dipaparkannya, interaksi penggunaan internet sebaiknya tidak hanya sekedar menghabiskan biaya. Biaya yang dikeluarkan masyarakat cukup besar untuk mengakses internet. Namun yang terjadi tak berdampak apapun pada taraf hidup masyarakat. Terkadang malah memunculkan disintegrasi di kalangan masyarakat itu sendiri. Konektiviatas sebaiknya digunakan untuk promosi usaha, bisnis, negosiasi, mencari peluang usaha, order promosi barang dan jasa, atau melakukan transaksi elektronik. Hal tersebut dapat memberi keuntungan makin besar baik benefit sosial maupin benefit material.

“Internet bersifat egaliter. Siapapun bisa saling terkoneksi tanpa hambatan birokrasi. Kesempatan untuk berkolaborasi terbuka lebar. Kita dapat berkolaborasi dalam mengatasi hambatan, memperoleh peluang secara global. Internet membuka kesempatan bagi siapapun bagi siapa saja ingin bangkit dari keterpurukan untuk mewujudkan perubahan sosial dan ekonomi kearah yang positif,” tuturnya.

Rektor Telkom University Prof. Mochammad Ashari, M.Eng.,PhD mengungkapkan, “Teknologi Indormasi dan Komunikasi merupakan tulang punggung semua sektor perekonomian negeri ini. Telkom university bertekad memperkuat link ABG (Academic-Business-Government) untuk dapat menghasilkan produk inovasi yang dapat bermanfaat bagi negeri kita,”

Bandung ICT Expo menjadi satu-satunya pameran ICT terbesar di Bandung, bahkan mungkin di Indonesia. Melalui perhelatan ini ia berharap, gelaran Bandung ICT Expo 2015 ini dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas mengenai pentingnya teknologi informasi untuk mendorong daya saing industri kreatif, serta kesiapan menghadapi ASEAN Economic Community. (purel/risca)

Previous Article Next Article

Leave a Reply