07 Jul 2015

Peningkatan Kinerja pada Skema Koordinasi Kanal Dinamis MAC IEEE 1609,4 dengan Model Baru Markov Chain

Doan Perdana, ST., MT.
Dosen Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro (FTE

“Peningkatan Kinerja pada Skema Koordinasi Kanal Dinamis MAC IEEE 1609,4 dengan Model Baru Markov Chain“ merupakan judul disertasi Doan yang dipresentasikan pada sidang terbuka Doktor pada tanggal 25 Juni lalu di kampus Universitas Indonesia. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA dengan Promotor guru besar Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, MSc., MM dan Ko Promotor Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng.

Setelah menempuh masa studi selama 2 tahun 10 bulan, Doan berhasil mempertahankan disertasinya dan meraih IPK 3,98 dengan predikat Cum-Laude.

Permasalahan dalam layanan kinerja pada IEEE 1609.4 (VANET) melatarbelakangi Doan memilih judul tersebut pada disertasinya.

Salah satu permasalahan dalam layanan kinerja pada IEEE 1609.4 (VANET) adalah tingginya mobilitas node kendaraan dan perubahan lintasan yang berbeda sehingga menyebabkan delay yang tinggi dan throughput yang rendah. Penjaminan kualitas layanan pada standar IEEE 1609.4 dapat dilakukan dengan skema koordinasi saluran CCH dan SCH secara dinamis. Hal ini dilakukan dengan optimasi pada proses sinkronisasi interval kanal CCH dan SCH sehingga dapat mengurangi delay dan meningkatkan saturasi throughput saluran SCH.

Telah banyak skema dan pemodelan yang telah diusulkan untuk mengatasi masalah diatas, namun penelitian yang diusulkan mempunyai keterbatasan dalam layanan kinerja dan tidak membahas mengenai tingginya mobilitas node kendaraan dan model kanal propagasi yang digunakan.

Pada disertasi ini dikembangkan model baru Markov chain yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem koordinasi kanal dinamis pada standar multikanal IEEE 1609.4 terhadap pengaruh anomali kinerja, slot anomali, efek Doppler, fading Nakagami dan AWGN. Perbaikan kinerja yang dilakukan terhadap pengaruh diatas adalah dengan menggunakan nilai awal optimal Contention Window (CW). Penentuan nilai awal CW akan mempengaruhi kinerja yang dihasilkan pada model Markov chain yang digunakan. Nilai awal optimal CW didapatkan dari hasil distribusi node di setiap zone dengan menggunakan distribusi Poisson.

“Saya mengusulkan model analitikal throughput pengiriman WAVE Service Advertisement (WSA)/RFS dengan skema koordinasi kanal CCH/SCH pada lapisan Multikanal IEEE 1609.4,” kata Doan, Senin (6/7).

Kebaruan model analitikal yang diajukannya merupakan model analitikal yang diturunkan dengan menggunakan Markov chain tiga dimensi dan memperhitungkan nilai optimum initial CW berdasarkan dari distribusi node di setiap zone.

Penelitian menghasilkan model analitikal throughput slot WSA mempertimbangkan slot anomali pada lapisan MAC DCF. Kebaruan model analitikal yang diajukan adalah model analitikal yang diturunkan menggunakan distribusi probabilitas transmisi dengan pendekatan Markov dan probabilitas bit error karena adanya AWGN. Model analitikal yang diturunkan memperhatikan adanya masalah slot anomali proses backoff pada setiap STA yang akan memperebutkan medium wireless yang akan mentransmisikan WSA menggunakan skema koordinasi kanal CCH/SCH. Tak hanya itu, penelitian juga menghasilkan model analitikal throughput pengiriman WSA dengan pendekatan Markov chain tiga dimensi dan memperhatikan efek Doppler dari setiap node, yang akan mempengaruhi delay dan throughput yang dihasilkan lapisan Multikanal MAC DCF IEEE 1609.4. (Purel/Risca)

Previous Article Next Article

Leave a Reply