13 Dec 2016

Pentingnya Manajemen Pertahanan untuk Pengguna Teknologi

BANDUNG, TEL-U – Rektor Telkom University (Tel-U) Prof Ir Mochamad Ashari, M Eng,Ph.D., mengatakan perkembangan teknologi terutama di bidang teknologi informasi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Selain kemudahan, teknologi saat ini juga bisa membuka privasi penggunanya. Akibatnya, keamanan pengguna kadang bisa terancam.

“Karena semakin terancamnya keamanan pengguna teknologi saat ini maka kita sebagai warga negara wajib memikirkan bagaimana manajemen pertahanan dan keamanan baik dalam lingkup perdata ataupun lingkungan sosial masyarakat,” ucap Rektor.

Ini disampaikan Rektor pada seminar Nasional berjudul “Managemen Pertahanan dan Keamanan Negara Sebagai Penyokong Penguasaan Teknologi, Produktifitas dan Daya Saing dalam Mempererat Kebhinekaan” yang diadakan di Gedung Manterawu Tel-U, Kamis, (8/12).

Letnan Jendral (letjen) TNI Dr. I Wayan Midhio, M.Phil selaku Rektor Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) sekaligus sebagai pembicara pada seminar ini menjelaskan saat ini kemajuan teknologi komunikasi harus didukung dengan system manjemen pertahanan dan keamanan yang mempuni, terutama terhadap kejahatan saiber yang sering terjadi.

“Saat ini sudah ada tiga upaya penanggulangan serangan saiber yakni pembentukan tim kerja pusat operasi dunia maya oleh Kementrian Pertahanan pada 2010, lalu pembentukan subdit cyber crime polri, dan Indonesia Computer Emergency Response Team (IDCERT) dan sertifikasi perangkat security,” ucap Midhio.

Selain kemajuan teknologi tersebut, lanjut Midhio, pertahanan dan keamanan negara tidak akan terwujud tanpa adanya sikap bela negara khususnya terkait teknologi. Apalagi warga negara yang baik harus mampu memanfaatkan media sosial dengan sikap cinta tanah air.

“Implementasi bela negara yang harus kita miliki yakni melakukan upaya agar media dan alat telekomunikasi tidak digunakan untuk merusak kebhinekaan serta memanfaatkan media sosial untuk merajut persatuan dan kesatuan. Selain itu selalu sebarkan informasi yang bersikap positf dan mampu memberikan nilai toleransi dari media sosial,” katanya.

Ketua Panitia seminar, Dr Palti M Sitorus mengatakan seminar ini didasari oleh pentingnya kebinekaan yang dirajut melihat dari perkembangan teknologi saat ini yang begitu mudahnya masyarakat mengakses informasi. “Begitu cepatnya informasi mengalir baik dari desa ke kota, kota ke desa, tua ke muda dan seterusnya, sehingga memerlukan ketahanan dan pertahanan sebagai penyaring informasi tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Rektor IV Tel-U, Dr M Yahya Arwiyah dan Ir Ari Moesriami Barmawi, M Sc, Ph D sebagai ketua kelompok keahlian Intelligent Computing and Multimedia turut berbicara pada seminar ini.

Mengangkat judul Merajut Kebhinekaan di Era Digital, Warek IV menjelaskan, saat ini yang harus dimiliki oleh warga Indonesia dalam mengelola perkembangan teknologi adalah etika, norma, dan budaya agar perkembangan teknologi tidak langsung menggerus sikap dasar warga Negara.

“Ada sembilan digital skill yang harus diberikan kepada warga negara Indonesia guna menghindarkan dari hal yang merusak bangsa mulai dari digital akses, commerce, communication, literacy, ettiquete, law, rights and responsibilities, health and wellness dan digital security,” ujarnya. (PR/AW)

Previous Article Next Article

Leave a Reply