20 Jun 2014

Pentingnya Menciptakan Budaya Menulis di Perguruan Tinggi

BANDUNG, TEL – U – Ada pepatah yang mengatakan untuk mengenal dunia maka membacalah, dan untuk dikenal dunia maka menulislah. Pepatah ini mengingatkan kita bahwa betapa pentingnya arti tulisan bagi seseorang.

Sayangnya, minat untuk menulis di kalangan civitas akademika di perguruan tinggi pun masih tergolong rendah. Walaupun saat ini perguruan tinggi terus mendorong minat menulis mahasiswa dan dosennya, banyak kalangan civitas akademika yang mengalami kesulitan untuk menuangkan pemikirannya menjadi sebuah tulisan yang baik dan menarik untuk dibaca. Menulis masih belum menjadi budaya dikalangan civitas akademika.

Hal inilah yang melatarbelakangi digelarnya acara Workshop Menulis Buku dan Blog oleh Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Telkom University pada Selasa (18/6)

Adhi Prasetyo, dosen FEB yang menjadi salah satu pembicara di acara tersebut, mengatakan menulis bisa dimulai dengan tema yang banyak disukai. “Carilah topik yang kita dan orang lain suka,” katanya.

Menurutnya, memilih topik buku yang disukai bisa meningkatkan semangat untuk menulis. Untuk mendapatkan topik yang disukai, bisa dengan mencari topik yang paling banyak tersedia di toko buku atau melihat referensi dari internet. “Kita bisa cari topik yang menarik di google trends atau google keyword planner,” kata Adhi.

Langkah berikutnya, kata Adhi, adalah menentukan outline supaya mempermudah menulis buku. “Kita juga membuat komitmen menulis dengan mengalokasikan waktu, dan memunculkan rasa bersalah jika kita tidak menulis,” katanya.

Selain menulis buku, ada begitu banyak cara yang mudah dan murah supaya tulisan kita banyak dibaca oleh orang lain yaitu melalui blog dan sosial media.”Manfaat nge-Blog di antaranya sebagai catatan pengetahuan agar tidak hilang, sarana latihan menulis, mengemukakan pendapat, personal branding, sebagai bisnis, dan manambah teman atau sahabat,” ujar Jurry Hatammimi, pembicara lain.

Apalagi saat ini ada begitu banyak media sosial yang bisa dijadikan sarana untuk menulis seperti facebook, path, twitter dan lainnya.

Wakil Dekan II FEB Lia Yuldinawati berharap dosen Telkom University terutama dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terus meningkatkan kemampuan menulisnya. Apalagi selain mengajar, dosen juga dibebankai kewajiban untuk melakukan penelitian, menulis artikel ilmiah dan jurnal.

”Diharapkan dosen-dosen aktif menulis, tidak hanya menulis artikel ilmiah atau jurnal, tetapi juga aktif menulis di blog, google scholar, academia, dan lain-lain,” katanya. (M. Tyas Pawitra)

Previous Article Next Article

Leave a Reply