23 Mar 2015

PKM, Kuncinya Sederhana: Bermanfaat dan Tuntas

BANDUNG TEL-U – Setiap tahunnya mahasiswa Telkom University (Tel-U) tidak pernah melewatkan kesempatan mengikuti seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Menggali wawasan tentang seluk beluk PKM, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University mengikuti sosialisasi PKM, Jumat (20/3).

“PKM merupakan kompetisi dimana karya-karya kreatif mahasiswa dipertemukan. Pada PKM, karya mahasiswa dibahas oleh juri dan sesama mahasiswa. Sekaligus, karya itu disampaikan kepada masyarakat,” kata dosen sekaligus pembina PKM Fakultas Informatika Kemas Rahmat Saleh Wiharja, ST, MT.

Menurutnya, program kreatifitas tidak perlu yang rumit-rumit. “Yang penting sederhana, bisa dimanfaatkan masyarakat dan tuntas,” kata Kemas. Disampaikannya, kesempatan mahasiswa untuk mengikuti PKM masih terbuka lebar untuk kategori artikel ilmiah gagasan tertulis. Selain kategori artikel ilmiah, akan masuk pada sesi monitoring dan evaluasi tahun ini.

“Menjelang monev kedepan, mahasiswa dan dosen pembina harus kompak. Buatlah juri kagum saat Anda presentasi agar dapat pembiayaan dari Dikti. Proporsi penentuan finalis adalah 55 persen pada saat monev dan 45 persen pada proposal. Sedangkan pada saat final bobot yang menentukan adalah 70 persen presentasi dan 30 persen laporan akhir,” jelas Kemas.

Kepada mahasiswa, Kemas mengingatkan, solusi yang dipresentasikan harus sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Pada PKM teknologi, juri akan menilai bagaimana alat yang kita buat mampu menyelesaikan masalah, baik masalah di industri maupun masyarakat yang menjadi mitra produktif.

Sedangkan pada kategori kewirausahaan, juri akan menilai sejauh mana PKM dapat membuat profit. “Mahasiswa harus dapat mempresentasikan laba dari kegiatan kewirausahaan yang dijalaninya. Artinya, kewirausahaan yang dipresentasikan harus berupa usaha yang sudah berjalan,” kata Kemas.

Ihwal kategori pengabdian masyarakat. Kemas menyebutkan, juri akan menilai seberapa besar program PKM tersebut bisa memberi solusi di masyarakat. Juri akan menanyakan secara detail bagaimana sasaran masyarakatnya termasuk demografinya. (purel/risca)

Previous Article Next Article

Leave a Reply