21 Nov 2016

Rumah Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa FIK Jadi Juara

BANDUNG, TEL-U – Tiga mahasiswa Disain Interior Fakultas Industri Kreatif Telkom University (DI FIK Tel-U) berhasil menjadi juara dalam Kompetisi Disain Nasional 3rd Confest 2016 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung pada 7-11 November 2016 lalu.

Mengangkat tema “Rumah Ramah Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal” acara ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas peserta guna menciptakan suatu konsep hunian yang ramah lingkungan serta melestarikan kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Dengan nama 13Tim yang beranggotakan Andi Hermawan, Rizkida Aldino, dan M. Hafizh Husain serta 1 pembimbing yakni Ahmad Nur Sheha, mereka berhasil meraih juara 1 dengan membuat konsep yang diberi nama  “Life and Live House”.

Menurut Andi, Life & live house adalah rumah neovernacular yang dapat memberikan sebuah kerinduan akan kenyamanan (kenangan historik) tinggal di dalam keindahan alam tradisional tanpa harus kehilangan pijakan akan fasilitas & gaya hidup masa kini yang di terapkan secara representasional dan berwujud metaforik.

“Kami ambil aspek kebudayaan dan kenyamanan hunian yang diterapkan berdasarkan rumah adat dari Bangka Belitung yaitu bertipe panggung serta mengambil dari tipe rumah Melayu,” ucapnya, Kamis (17/11).

Melaui proses sekitar 1 bulan Andi menjelaskan ide dari konsep yang dikerjakan melihat dari fenomena-fenomena yang ada disekitar mulai dari fenomena alam dan kondisi social masyarakat. “Kami lihat dari fenomena alam atau lingkungan sekitar serta kondisi sosial masyarakat lalu menggabungkan kearifan lokal daerah setempat serta penerapan sistem pemanfaatan limbah. Sehingga dapat dipadukan dan menjadi konsep perancangan rumah tinggal yang kami buat,” katanya.

Merancang rumah tinggal yang ramah lingkungan, Andi menjelaskan bahwa konsep tersebut sudah sesuai dengan peraturan bangunan daerah setempat. “Kami merancang rumah tinggal dengan mengangkat kebudayaan setempat namun masih bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga mampu bertahan dari masa ke masa,” kata Andi.

Menggunakan material yang mudah didapat dan merupakan sumber daya alam yang masih dapat banyak ditemukan, Andi mengatakan bahwa konsep rumah yang dibuat sudah sangat ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan listrik seperti AC dan lampu pada siang hari serta rumah ini sudah mempunyai sistem pengolahan limbah.

“Kami rancang rumah ini dengan pencahayaan alami serta sirkulasi udara yang baik selain itu system pengolahan limbah juga kita rancang agar menghadirkan sebuah rumah ramah lingkungan yang nyaman dan sehat bagi penghuninya,” katanya.

Dari lomba ini Andy berharap generasi muda mampu menciptakan inovasi terbaru dalam bidang bangunan atau rumah tinggal, yakni rumah tinggal yang ramah lingkungan tanpa merusak lingkungan sekitar. “Juga menjawab perkembangan zaman yaitu menciptakan generasi muda yang mampu bersaing memajukan bangsa dalam bidang pembangunan atau arsitektur yang ramah lingkungan,” katanya. (PR/AW)

Previous Article Next Article

Leave a Reply