29 Sep 2014

Sertifikasi Manajemen, Modal Penting untuk Mahasiswa

BANDUNG, TEL-U – Menghadapi dunia industri usai menuntaskan studi, mahasiswa dinilai tidak cukup modal jika hanya mengandalkan izajah. Terutama karena semakin ketatnya persaingan, mahasiswa juga harus mengumpulkan modal lain berupa sertifikasi.

Hal inilah antara lain yang mendorong Dekan Fakultas Rekayasa Industri, Dr. Ir. Dida Dyah Damayanti M.EngSC, menandatangani kontrak kerjasama dengan Project Management Institute (PMI), Sabtu (27/9). Kerjasama ini perihal dukungan akademik berupa sertifikasi bagi mahasiswa.

Menurut mahasiswa Sistem Informasi, Rido Arya Duta, sertifikasi Certified Associate in Project Management (CAPM) berguna bagi mahasiswa karena merupakan tambahan kemampuan yang dimilikinya setelah lulus sarjana nanti.

“Kerjasama ini merupakan peluang bagus bagi kami mahasiswa. Apalagi PMI sudah diakui secara global, jadi ketika nanti kami dapat sertifikat dari PMI, itu (sertifikasi) bisa jadi nilai tambah bagi kami setelah lulus nanti,” katanya.

Selain penandatanganan kerjasama ini, digelar pula kuliah umum yang menghadirkan praktisi dari PMI. Mereka adalah Project Management Consultant and Trainer, Achamd Fuad Bay, MPM, dan VP ISACA Indonesia Chapter, Rahmat Mulyana, M.T., MBA. Keduanya memberikan materi kuliah umum mengenai Project Management.

Menurut ketua penyelenggara acara itu, Muhammad Azani, kuliah umum berguna bagi mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah Project Management. Dengan begitu, mahasiswa dapat mengetahui Project Management dari sudut pandang praktisi.

“Tujuannya tentu agar mahasiswa kita mengetahui project management dari sisi praktisi. Karena ketika kuliah, mereka mempelajari teorinya, dan kini mereka melihat dari sisi praktiknya,” kata Azani yang juga dosen di Fakultas Rekayasa Industri. (Purel/DH)

Previous Article Next Article

Leave a Reply