22 Mar 2017

Telkom University bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat Dukung Pendidikan Modern

Bandung, Telkom University Untuk memfasilitasi ruang diskusi mengenai komunikasi digital saat ini, Fakultas Komunikasi dan Bisnis mengadakan kegiatan Sharing Session pada Rabu, (22/3) dengan tema Potret Digitalisasi Komunikasi Pada Remaja di Kota Bandung. Kegiatan ini diprakarsai oleh Lingkar Studi Komunikasi (LISKI), yang merupakan forum diskusi internal dosen Ilmu Komunikasi Telkom University yang merupakan cikal bakal dari jurnal LISKI yang ber-ISSN dan sudah menerbitkan banyak jurnal dengan bermacam topik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pikiran Rakyat kota Bandung ini dihadiri oleh seluruh pemegang kepentingan di dunia pendidikan seperti Dinas Pendidikan Kota Bandung, DPRD Komisi D, Para Guru, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Komunitas Gerakan Literasi Sekolah, Aspikom, Pokja Bandung Smart School, dan Forum Orang Tua Siswa.

Para tamu fokus membahas mengenai fenomena penggunaan gadget di kalangan remaja yang terkadang terlalu berlebihan dan terkesan adiktif. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang guru BK SMPN 50 Bandung, Yanti Purwanti, “Permasalahan ini (adiktif IT) kami menyadarinya dan memang tidak bisa dibendung dengan mudah. Awalnya kami memperbolehkan siswa membawa ponsel, tapi karena mereka jadi kurang bersosialisasi akhirnya kami gulirkan larangan (membawa handphone)” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, psikolog dari Pusat Studi Kedokteran Unpad, Mawar Pohan S.Psi, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir perkembangan teknologi sangat pesat, bahkan jauh meninggalkan kita. Para siswa cenderung lebih nyaman berkomunikasi dengan gadget, jika dilarang responnya malah bertolak belakang. “Dampaknya terhadap perilaku mereka. Menimbulkan berbagai perilaku beresiko yang tentu tidak kita inginkan”.

Meski begitu, teknologi pada dasarnya dibuat membantu memudahkan manusia dalam pekerjaannya. Hampir setiap informasi disebarkan melalui teknologi, jadi kuncinya adalah bagaimana membuat anak-anak kita bijak dalam menggunakan gadgetnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan dari Komisi D DPRD Kota Bandung, Gagan Hermawan, SE “Para guru di kota bandung bisa kita latih agar mereka lebih melek IT. Di bandung sendiri ada aplikasi bernama smartschool. Aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Tidak menutup kemungkinan dilaksanakan Kelas Digital, itu kelas maya diluar KBM di sekolah. Ketika pulang sekolah siswa masih bisa belajar dengan gadget.”

Pengawas Disdik Kota Bandung, Drs. Bambang Ariyanto, M.Pd memberikan sedikit solusi terkait fenomena diatas dengan cara para orang tua maupun pemerintah perlu masuk juga dalam perkembangan teknologi saat ini “Kita mencoba menggiring pendidikan yang modern di Kota Bandung. Tidak mungkin kita mencegah anak menggunakan teknologi (gadget), tapi kita lah yang perlu masuk kedalam perubahan ini dan membuat anak-anak kita sebijak mungkin menggunakan IT.”

Di penghujung acara, Wakil Dekan 1 Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Dra Ade Irma Susanty, MM, Ph.D menyampaikan bahwa Telkom University akan berkontribusi penuh dalam memajukan bangsa “Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi informasi memberi banyak manfaat positif. Tapi di lain sisi juga ada dampak negatif yang timbul dari kurang bijaknya kita maupun anak-anak kita dalam menggunakan teknologi. Telkom University ingin terus berkontribusi untuk memajukan bangsa jadi berkualitas, salah satunya melalui diskusi terbuka seperti ini.”

Abdullah Adnan

Previous Article Next Article

Leave a Reply