21 Mar 2016

Tiga Mahasiswa FEB Terpilih Ikut Program JENESYS 2.0

BANDUNG, TEL-U – Tiga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University (FEB Tel-U) terpilih menjadi perwakilan Telkom University, untuk mengikuti program pertukaran pelajar yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang (Ministry of Foreign Affairs Japan). Program ini bernama Jenesys 2.0 (Japan East-Asia Network of Exchange for Student and Youth) dengan batch khusus untuk Ekonomi dan Bisnis yang diselenggarakan pada 8-15 Maret 2016 di Tokyo, Jepang.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Yunus Thariq Rizky (mewakili Program Studi MBTI), Shielda Fahreisa Ranie (mewakili Program Studi MBTI-Inter), dan Annisa Sari Utami (mewakili Program Studi Akuntasi). Mereka terpilih oleh Kedubes Jepang berdasarkan rekomendasi dari masing-masing prodi yang meliputi nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), poin TAK dan nilai TOEFL.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengadakan program pertukaran pemuda (Japans Friendship Ties Programs) ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai negeri Sakura itu. Pada tahun, program diikuti oleh kurang lebih 5.700 pemuda terpilih dari berbagai negara di Asia, Oceania, beberapa negara bagian Amerika dan juga Eropa.

Selama masa program JENESYS 2.0 tersebut, ketiga mahasiswa Tel-U ini melakukan berbagai program yang sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara seperti mengunjungi Pusat Investasi Jepang (Tokyo Stock Exchange), mengunjungi Provinsi Ehime Perfecture (yang menjadi wilayah Pemerintahan Negara Jepang), melakukan kunjungan kehormatan ke pemerintah daerah dan beberapa tempat bersejarah di Jepang serta mendapat kesempatan langsung untuk tinggal di homestay masyarakat Jepang selama 1 hari penuh.

Sebagai salah satu peserta yang mewakili Tel-U, Yunus berharap kalau hal ini bisa menginspirasi teman-temannya sesama mahasiswa Telkom university untuk terus berprestasi membawa nama baik almamater dan bangsa Indonesia. “Khususnya bisa menerapkan budaya positif Jepang untuk diri sendiri dan lingkungan saya, contohnya dari budaya disiplinnya atau budaya kerja kerasnya,” ujarnya. (purel/BRR/Yunus)

Previous Article Next Article

Leave a Reply