20 Jul 2017

Untuk Mengembangkan Industri Indonesia, FRI Telkom University Akan Buka Teknik Logistik

Bandung, Telkom University — Tantangan ekonomi Indonesia di abad ke-21 dari segi ekonomi adalah menjadikan Indonesia dari negara dengan pendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mengatasi kesenjangan yang semakin meluas.

Hal tersebut disampaikan (direktur jendral pembelajaran dan kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirjend PK Kemenristekdikti) Prof. Intan Ahmad, Ph.D,usai membuka acara Workshop peranan kompetensi bidang logistik didalam membangun sistem distribusi dan transportasi yang efektif dan effesien untuk meningkatkan daya saing logistik nasional, yang berlangsung di Hotel Grand Tjokro, Bandung, Rabu (19/7).

Prof. Intan selaku Keynote speaker menambahkan pendidikan di Indonesia harus bisa mengatasi tantangan dunia Ekonomi di abad ke-21, “pendidikan tinggi di Indonesia harus mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan menerapkan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan” ucapnya

Wakil Rektor Bidang Akadmik Dr. Heroe Wijanto dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembukaan prodi Teknik Logistik ini merupakan upaya mendukung pemerintah dalam peningkatan perdagangan di Indonesia.

“menyanggupi keterhubungan ekonomi Asean, terlebih Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik, maka kami merasa bertanggungjawab untuk membangun generasi potensial yang mendukung kemajuan itu, perdagangan Asean memerlukan sumber daya yang cakap, dan kami akan menyiapkan (SDM) melalui prodi Teknik Logistik ini” terangnya.

Dekan Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University Dr.Dida D Damayanti menjelaskan, acara ini diharapkan Telkom University bisa menghasilkan kualitas dari program studi Teknik Logistik yang akan segera dibuka mampu memberikan lulusan yang bisa mengembangkan industri di Indonesia.

“mohon doa nya dari bapak dan ibu peserta workshop agar bisa proses pengajuan program studi teknik logistik Telkom University diberikan kelancaran dan lulusan nya kelak bisa mengembangkan dunia industri di Indonesia” ucapnya.

Pada acara ini juga diisi dengan diskusi pertama dengan pembicara Prof. Dr. Senator Nur Bahagia (guru besar logistik ITB), Ir. Zaldy Masita, MBA (presiden asosiasi logistik Indonesia), Erwin Raza. S.E., MM (asisten diputi pengembangan logistik nasional kementrian koordinator bidang perekonomian), Budi Santosa, ST, MT, CLIP, CISCP (ketua pusat kajian e-supply chain FRI Tel-U) yang dipandu oleh moderator Eka Yuliana, ST, MSM, pada sesi terakhir diisi dengan pembicara Prof. I Nyoman Pujawa, Ph.D, CSCP (ketua unun ISLI).

Previous Article Next Article

Leave a Reply