02 Apr 2014

Bandung Techno Park Gedung Dua Mulai Dibangun

BANDUNG, TEL-U – Dalam waktu relatif tidak lama lagi, mahasiswa Telkom University akan merasakan manfaat Techno Park (BTP) gedung dua menyusul diresmikannya pembangunan gedung ini oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS, di Kawasan Bandung Technoplex Jalan Telekomunikasi Terusan Buahbatu Kab. Bandung Sabtu (29/3).

Menurut Ketua YPT—Yayasan Pendidikan Sandhykara Putra (YSPT) Johni Girsang, membangun BTP merupakan salah satu cara YPT-YSPT “membidani kelahiran”technopreneur di Indonesia. Untuk menunjukkan keseriusan yayasan terhadap visi tersebut, YPT-YSPT telah menyerahkan 10 persen dari total 50 hektare lahan Bandung Technoplex milik yayasan kepada BTP.

“Keputusan ini diambil dengan tujuan agar Telkom University tak hanya menjadi universitas riset, akan tetapi juga universitas entrepreneur,” ujar Johni sesaat sebelum pelatakkan batu pertama dilakukan.

Johni menambahkan, di atas lahan itu kini telah berdiri satu bangunan dari rencana 11 bangunan BTP. Pembangunan gedung kedua ini sepenuhnya dibiayai yayasan, yaitu sebesar Rp 7 miliar. Sedangkan sisanya akan dibangun sepenuhnya atas bantuan dana APBN.

“Kompleks BTP ini nantinya diharapkan mampu menjadi wadah yang menghubungkan link antara kalangan akademik, industri, bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Dengan begitu, kerja sama antara dunia academic-business-government dalam pengembangan ICT dapat berjalan mulus, dan manfaatnya dapat segera dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujarnya.

Hadir pada acara itu antara lain Sekretaris Menteri Negara Ristek yang juga menjabat sebagai advisory board YPT-YSPT Ir. Hari Purwanto, MSC, DIC, dan Harry Z. Soeratin dari Kementerian Keuangan. Hadir pula Ketua Dewan Pembina YPT-YSPT Indra Utoyo, MSC, Ketua Dewan Pengawas YPT-YSPT Budi Satria Dharma Purba, Direktur BTP Jangkung Raharjo, serta tamu undangan lain.

Pada kesempatan ini Menristek mengatakan sering ada gap antara peneliti dengan industri dan masyarakat, di mana para peneliti seringkali terlalu asik dengan penelitiannya sendiri. Padahal jika dihubungkan dengan industri, sesungguhnya banyak sekali hasil penelitian yang dapat menjadi pemecah masalah di masyarakat.

“Mari kita manfaatkan BTP ini sebaik-baiknya, kami akan dukung SDM-nya. Kalau perlu nanti saya akan bilang ke seluruh Indonesia bahwa di sini ada BTP yang dapat menjadi benchmark,” ujar Menristek. (KomPro/raf)

Previous Article Next Article

Leave a Reply