Gandeng Rumah BUMN Bandung, FRI Telkom University Gelar Pelatihan AI untuk Dongkrak Pemasaran Digital UMKM

Bandung, 30 Juni 2026 – Persaingan bisnis saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan memasarkan produk secara digital. Namun, masih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghadapi kendala dalam membuat materi promosi karena keterbatasan waktu, sumber daya, maupun kemampuan desain. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi UMKM untuk mengatasi tantangan tersebut.

Melihat peluang tersebut, Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University bekerja sama dengan Rumah BUMN Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembuatan Konten Pemasaran Digital bagi UMKM”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (5/6/2026) di Kampus Telkom University (Tel-U), Bandung, dan diikuti oleh 18 pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Bandung. 

Pelatihan dibuka oleh Dekan Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Tel-U, Dr. Muhammad Iqbal, S.T., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi seperti AI menjadi bekal penting agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pada kesempatan yang sama, Muhammad Fadhila Faza selaku Tim Leader Event & Partnership Rumah BUMN Bandung turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Fakultas Rekayasa Industri Telkom University. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi AI untuk memperkuat strategi pemasaran digital.

Agenda pelatihan dibagi menjadi tiga sesi utama guna memastikan para peserta mendapatkan pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis yang matang. Pada sesi pertama, Dr. Ir. Yati Rohayati, M.T. memperkenalkan konsep dasar Artificial Intelligence dan Generative AI kepada peserta. Ia menjelaskan bagaimana AI dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi dalam membuat konten pemasaran, sekaligus mengenalkan berbagai aplikasi yang mudah digunakan, seperti ChatGPT, Canva AI, dan CapCut AI. Selain membahas manfaat AI, peserta juga diajak memahami tantangan penggunaannya. Materi mencakup keamanan data, etika penggunaan AI, serta pentingnya meningkatkan literasi digital. Peserta kemudian dibimbing mengidentifikasi kebutuhan pemasaran usahanya, mulai dari menentukan target pasar, menyusun nilai jual produk (value proposition), hingga memilih platform promosi yang sesuai.

Selanjutnya, Sesi kedua dipandu oleh Sari Wulandari, S.T., M.T, yang membahas pemanfaatan ChatGPT untuk mendukung pemasaran digital UMKM. Pada sesi ini, peserta belajar menyusun prompt atau instruksi yang tepat agar AI mampu menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah memahami teknik dasar tersebut, peserta langsung mempraktikkan pembuatan deskripsi produk menggunakan ChatGPT. Tidak hanya itu, peserta juga belajar membuat berbagai ide konten pemasaran, mulai dari konten edukatif, promosi produk, testimoni pelanggan, hingga storytelling.

Memasuki sesi ketiga, Syafa Thania Prawibowo, S.T., M.B.A., M.Sc membimbing peserta membuat konten visual dan video promosi menggunakan Canva AI dan CapCut AI. Melalui Canva AI, peserta membuat desain promosi dengan memanfaatkan deskripsi produk yang telah disusun pada sesi sebelumnya. Sementara itu, melalui CapCut AI, peserta belajar membuat video promosi berdurasi 30–60 detik menggunakan fitur auto caption, template video, serta penyuntingan otomatis.

Pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya mengenai cara membuat prompt yang efektif, memilih gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar, hingga menyusun konten yang menarik perhatian konsumen. Tim narasumber juga memberikan pendampingan secara langsung agar setiap peserta dapat menyesuaikan hasil AI dengan karakter produknya.

Sebagai hasil pelatihan, setiap peserta berhasil menghasilkan deskripsi produk, caption media sosial, desain promosi, serta video promosi yang siap digunakan sebagai media pemasaran. Luaran ini menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan secara praktis oleh pelaku UMKM tanpa harus memiliki kemampuan desain maupun penyuntingan video secara profesional.

Penulis: Syafa Thania Prawibowo | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Syafa Thania Prawibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link