Mahasiswa Telkom University Kembangkan VTelYU, Tempat Sampah Pintar Berbasis IoT untuk Dukung Ekosistem Daur Ulang

Bandung, 16 Juli 2026 – Mahasiswa Telkom University kembali menghadirkan inovasi teknologi berbasis keberlanjutan melalui pengembangan VTelYU, sebuah tempat sampah pintar berbasis sensor Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan dan manajemen sampah secara real-time. Inovasi ini dirancang untuk membantu proses pengumpulan, pemilahan, serta pengelolaan sampah botol plastik dan minuman kaleng secara lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.

VTelYU dikembangkan oleh mahasiswa Iffat Adiba Musaffa dan Reihan Dwi Pangestu dari Program Studi D3 Teknologi Telekomunikasi, Fakultas Ilmu Terapan Telkom University. Pengembangan riset ini didukung oleh tim dosen yang terdiri atas Tri Widarmanti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Denny Darlis dan Radial Anwar dari Prodi Teknologi Telekomunikasi, Fakultas Ilmu Terapan.

Pengembangan VTelYU turut didukung oleh Angga Rusdinar, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor IV Telkom University dan  Direktorat Aset dan Sustainability Telkom University di bawah kepemimpinan Mohamad Veni Raharja, S.T., M.M. Dukungan ini memperkuat implementasi inovasi teknologi yang sejalan dengan agenda keberlanjutan kampus, khususnya dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berbasis data.

Pengembangan VTelYU menjadi bagian dari roadmap penelitian mengenai pemanfaatan sensor IoT untuk pengelolaan sampah dan pengembangan Smart City. Melalui riset ini, teknologi sensor, sistem monitoring digital, dan analisis data diterapkan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, terutama dalam mendukung efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, serta integrasi sistem lingkungan perkotaan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Inovasi ini juga sejalan dengan komitmen Telkom University sebagai Green Campus dalam mendorong berbagai inovasi di bidang pengelolaan sampah. Kehadiran VTelYU menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan di lingkungan kampus tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan program lingkungan, tetapi juga melalui pengembangan teknologi yang aplikatif, terukur, dan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pengelolaan sampah.

VTelYU dibangun sebagai solusi digital untuk mendukung para pengelola, komunitas, maupun mitra dalam mengoperasikan mesin daur ulang botol secara lebih optimal. Melalui integrasi perangkat keras di lapangan dengan sistem pemantauan berbasis data, VTelYU diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah plastik, memperbaiki sistem logistik pengangkutan berkala, serta mendukung terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang lebih terukur.

Salah satu keunggulan utama VTelYU adalah kemampuannya dalam melakukan pemantauan kapasitas penyimpanan sampah secara real-time. Sistem ini memungkinkan pengelola mengetahui jumlah sampah yang masuk, persentase volume kapasitas tempat penyimpanan, serta kondisi status alat secara langsung dari waktu ke waktu. Data yang diperoleh diperbarui secara instan sehingga kondisi fisik mesin di lapangan dapat terus terpantau secara akurat.

Selain pemantauan real-time, VTelYU juga dilengkapi fitur visualisasi data historis. Fitur ini menyajikan rekam jejak jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dalam bentuk tabel dan grafik harian maupun mingguan. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar analisis tren partisipasi pengguna, perencanaan pengangkutan, serta pengambilan keputusan dalam manajemen limbah jangka panjang.

Untuk memastikan kondisi fisik alat tetap terpantau, sistem VTelYU juga dilengkapi fitur pemantauan melalui CCTV. Fitur ini memungkinkan pengelola melihat kondisi perangkat secara langsung di lokasi penempatan. Dengan demikian, potensi gangguan, kerusakan, atau kebutuhan penanganan teknis dapat diketahui lebih cepat.

VTelYU juga memiliki sistem notifikasi otomatis yang akan mengirimkan peringatan kepada pengelola atau tim lapangan ketika kapasitas tempat sampah telah mencapai batas maksimal. Fitur ini dirancang untuk mencegah penumpukan berlebih serta memastikan proses pengosongan mesin dapat dilakukan tepat waktu.

Tidak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi fitur pemetaan lokasi alat berbasis peta digital. Melalui fitur tersebut, pengelola dapat memantau sebaran setiap unit VTelYU secara presisi. Informasi lokasi ini juga membantu tim logistik dalam merencanakan rute pengangkutan sampah yang lebih efisien.

Pengembangan VTelYU terinspirasi dari kebutuhan terhadap sistem manajemen logistik pintar dan platform IoT modern. Dengan menggabungkan teknologi sensor, pemantauan digital, analisis data, dan integrasi mitra daur ulang, VTelYU tidak hanya berfungsi sebagai tempat sampah pintar, tetapi juga sebagai platform manajemen daur ulang yang mendukung transparansi dan efisiensi operasional harian.

Inovasi tempat sampah pintar ini sukses di uji coba oleh Angga Rusdinar, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Rektor IV Telkom University. Keberhasilan uji coba tersebut menjadi langkah awal penting bagi pengembangan teknologi pengelolaan sampah yang lebih adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan kampus berkelanjutan.

Melalui VTelYU, Telkom University menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kecanggihan digital, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dengan dukungan Direktorat Aset dan Sustainability, kehadiran tempat sampah pintar ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi IoT dalam mendukung pengelolaan sampah modern, efisiensi logistik, penguatan praktik ekonomi sirkular, serta pengembangan Smart City yang lebih berkelanjutan di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

Penulis: Tri Widarmanti | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link