Telkom University Hadir di GSDC 2026: Dorong Transformasi Inklusivitas Pendidikan Tinggi Bersama iDea Hub

Tangerang, 25 Juni 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, Telkom University melalui program riset kolaboratif i-DEA Hub (Indonesia Disability-Inclusion for Education and Accessibility) memaparkan temuan strategisnya dalam ajang bergengsi Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di ICE BSD Tangerang pada 22–25 Juni 2026.

Dalam sesi khusus bertajuk “Disability Mainstreaming in Higher Education” pada Kamis 25 Juni 2026, Telkom University dan British Council Indonesia menyoroti urgensi pergeseran paradigma pelayanan disabilitas di perguruan tinggi, dari yang sebelumnya sekadar inisiatif sukarela, menjadi kebijakan institusional yang terstruktur dan terukur.

Pemaparan dalam sesi ini didasarkan pada temuan riset terbaru i-DEA Hub yang didanai oleh British Council melalui Going Global Partnerships Grant. Kajian tersebut mengungkap realitas bahwa meskipun terdapat komitmen dan imbauan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, praktik inklusivitas di banyak kampus belum ditopang oleh dukungan institusional yang formal.

Salah satu sorotan utama adalah tingginya kesenjangan data penyandang disabilitas di lingkungan akademik. Laporan tersebut mencatat, “Data disabilitas di Indonesia saat ini sangat terbatas, variabel, dan sulit untuk diverifikasi.” Faktanya, sebanyak 29,9% perguruan tinggi sama sekali belum mengumpulkan data terkait disabilitas. Padahal, estimasi menunjukkan 2–25% populasi Indonesia berpotensi sebagai penyandang disabilitas.

Guna mengakselerasi inklusi disabilitas di pendidikan tinggi Indonesia, tim merekomendasikan empat langkah taktis bagi pemerintah dan pengelola perguruan tinggi:

  • Standardisasi Pelaporan: Kebutuhan mendesak bagi kementerian terkait untuk mewajibkan satu instrumen pelaporan nasional yang terstandardisasi guna mengumpulkan data disabilitas mahasiswa maupun staf.
  • Penguatan Kebijakan dan Pendanaan: Perlunya mandat kebijakan yang diiringi dengan alokasi pendanaan khusus. Hal ini krusial untuk mengatasi hambatan operasional dan biaya yang saat ini dikeluhkan oleh lebih dari 70% perguruan tinggi.
  • Peningkatan Fasilitas dan Kurikulum: Perguruan tinggi didorong untuk memprioritaskan standar aksesibilitas pada setiap konstruksi bangunan baru, serta secara bertahap menerapkan Universal Design for Learning (UDL) dalam metode pengajaran.
  • Tata Kelola Unit Layanan Disabilitas (DSU): Pembentukan DSU harus dimandatkan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, serta memastikan keterlibatan bermakna dari penyandang disabilitas dalam tata kelola dan evaluasi program kampus.

Keterlibatan aktif Telkom University dalam membedah isu ini diwadahi oleh i-DEA Hub, sebuah inisiatif kemitraan strategis dengan Lancaster University, Inggris, yang telah berjalan sejak 2023. Setelah sukses merampungkan fase pertama riset bertajuk “Mapping and Developing Disability-Inclusion Across Indonesian Universities” (2023–2024), tim peneliti kini mempresentasikan hasil dari proyek riset kedua di tahun 2025-2026 yang berjudul “The Landscape of Disability-Inclusion in Higher Education Institutions in Indonesia”.

Proyek berkelanjutan ini dirancang untuk mengidentifikasi lanskap praktik inklusi, menyadarkan publik akademik, dan mendorong adopsi praktik yang berpihak pada penyandang disabilitas di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Melalui dedikasi ini, Telkom University turut memotori pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Inklusi harus menjadi norma, bukan pengecualian.” Pesan kuat yang diangkat dalam diskusi ini menjadi pengingat bahwa kampus harus segera berbenah menjadi ruang aman, setara, dan memberdayakan bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.

Masyarakat dan sivitas akademika yang ingin mendalami temuan dan rekomendasi riset ini dapat mengunduh ringkasan laporan “The Landscape of Disability Inclusion in Indonesian Higher Education Institutions 2026” melalui tautan berikut: https://doi.org/10.57884/7468-WD55

Penulis: Septiana Yustika Widyaningrum | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Septiana Yustika Widyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link