WellMom: Inovasi AI dan IoT Karya Mahasiswa Telkom University Raih Juara 1 Bidang Kesehatan Innovillage 2025

Bandung, 29 Mei 2026 – Mahasiswa Telkom University yang tergabung dalam tim pengembang Bojong’s Genk berhasil meraih Juara 1 Kategori Kesehatan pada ajang INNOVILLAGE 2026 pada (20/05) melalui inovasi bertajuk WellMom yang merupakan sistem pemantauan kesehatan ibu hamil berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Prestasi ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.

Tim Bojong’s Genk terdiri dari Muhammad Rifqi Setiawan dari Program Studi S1 Informatika Fakultas Informatika sebagai ketua tim, bersama Fayyadh Afif Zawaqi dari Program Studi S1 Teknik Industri Fakultas Rekayasa Industri dan Yudistira Sebastian Saftari dari Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri sebagai anggota tim.

Keberhasilan ini berawal dari kepedulian tim terhadap sulitnya akses layanan kesehatan ibu hamil di beberapa daerah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bojong’s Genk menghadirkan WellMom, solusi pemantauan kesehatan ibu hamil berbasis AI dan IoT yang dapat digunakan mandiri dari rumah. Program ini diterapkan di Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Jambi. Melalui gelang pintar yang terhubung ke aplikasi dan dashboard tenaga kesehatan, kondisi ibu hamil dapat dipantau lebih cepat dan efektif oleh bidan maupun tenaga medis.

“Jangan menunggu punya ide yang terlihat besar untuk mulai berdampak. Mulailah dari masalah kecil yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dengarkan mereka, pahami kebutuhannya, lalu gunakan ilmu yang kita punya untuk membuat solusi yang relevan. Bagi kami, inovasi terbaik bukan hanya yang canggih, tetapi yang bisa dipakai, dipahami, dan benar-benar membantu kehidupan orang lain,” ujar tim pengembang Bojong’s Genk.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat setelah tim melakukan sosialisasi, demonstrasi penggunaan alat, dan pendampingan bersama pihak puskesmas. Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat lebih memahami manfaat teknologi yang digunakan sekaligus merasa nyaman dalam menggunakan sistem WellMom. Selain membantu proses pemantauan kesehatan ibu hamil, inovasi ini juga diharapkan mampu mendukung layanan kesehatan preventif di wilayah pedesaan melalui pemanfaatan teknologi yang lebih mudah diakses masyarakat.

Pengembangan WellMom dilakukan selama kurang lebih 12 minggu mulai dari observasi masalah, pengembangan sistem, hingga implementasi lapangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah menyederhanakan teknologi AI dan IoT agar mudah dipahami masyarakat dengan tingkat literasi digital yang beragam. Untuk mengatasi hal tersebut, tim melakukan penyederhanaan alur penggunaan aplikasi, uji coba bertahap, serta pendampingan langsung kepada ibu hamil dan tenaga kesehatan selama proses implementasi berlangsung.

Ke depan, tim pengembang Bojong’s Genk berharap WellMom dapat terus dikembangkan dan diterapkan di desa lain yang memiliki tantangan serupa. Tim juga ingin mendorong agar sistem ini tidak berhenti sebagai proyek kompetisi semata, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem kesehatan preventif di pedesaan. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Telkom University dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Penulis: Muhammad Thoriq Aftalah | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Bojong’s Genk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link