Bandung, 21 Agustus 2026 — Telkom Univeristy (Tel-U) kembali mencatatkan capaian akademik di tingkat internasional. Dr. Ahmad Qurthobi, S.T., M.T. berhasil menyelesaikan studi doktoral pada Department of Software Engineering, Faculty of Informatics, Kaunas University of Technology (KTU), Lithuania.
Dalam studi doktoralnya, Dr. Ahmad Qurthobi mengangkat disertasi berjudul DEEP NEURAL NETWORK-BASED METHOD FOR DETECTING ANOMALY EVENTS IN NOISY ACOUSTIC ENVIRONMENTS. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan metode berbasis deep neural network untuk mendeteksi kejadian anomali pada lingkungan akustik yang memiliki tingkat kebisingan.
Ketertarikan Dr. Ahmad Qurthobi untuk mendalami bidang Software Engineering tidak terlepas dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas. Menurutnya, pemanfaatan AI, khususnya dalam mendukung pengembangan teknologi di bidang Teknik Fisika, merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.
“Pemanfaatan kecerdasan buatan, khususnya terkait Teknik Fisika, sudah tidak dapat dihindari,” ungkap Dr. Ahmad.
Melalui penelitian tersebut, ia mengkaji bagaimana kondisi lingkungan dapat dideteksi berdasarkan sinyal suara yang diterima oleh mikrofon, meskipun data rekaman yang tersedia tetap disertai berbagai jenis kebisingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan berdasarkan data rekaman suara sekaligus mengembangkan kemampuan sistem dalam mengenali kejadian tertentu di tengah kondisi akustik yang kompleks.
Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah adanya sejumlah jenis data suara yang memiliki karakteristik serupa. Sebagai contoh, suara tembakan dan suara penggunaan kapak di kawasan hutan dapat memiliki karakteristik akustik yang mirip. Kondisi tersebut membuat proses identifikasi menjadi lebih kompleks sehingga diperlukan metode filtrasi maupun augmentasi data lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam membedakan jenis kejadian.
Inovasi utama penelitian ini terletak pada perancangan sistem deteksi anomali lingkungan berbasis kecerdasan buatan, khususnya dengan memanfaatkan pendekatan deep neural network. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu sistem mengenali kejadian yang dianggap tidak normal berdasarkan karakteristik suara yang ditangkap dari lingkungan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pengembangan riset forest surveillance, terutama untuk mendukung pemantauan kawasan hutan lindung. Pemanfaatan teknologi berbasis suara juga memiliki potensi untuk dikembangkan pada berbagai kebutuhan lain, termasuk sebagai sistem pendeteksian awal anomali di kawasan industri.
Ke depan, Dr. Ahmad berharap penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap implementasi melalui perancangan sistem monitoring kawasan hutan berbasis suara. Sistem ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti mendukung pencegahan pembalakan liar, pengawasan aktivitas di kawasan hutan, hingga pemantauan satwa.
“Saya berharap dapat melakukan implementasi lanjutan dengan perancangan sistem monitoring kawasan hutan berbasis suara, baik untuk pencegahan pembalakan liar, pengawasan satwa, dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.
Ia juga berharap Tel-U dapat terus memberikan dukungan terhadap keberlanjutan penelitian tersebut sehingga hasil riset dapat dikembangkan lebih jauh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan.
Perjalanan studi doktoral di Lithuania turut memberikan pengalaman akademik dan internasional yang berharga bagi Dr. Ahmad. Ia tercatat sebagai mahasiswa penuh waktu jenjang doktoral pertama dari Indonesia di Kaunas University of Technology.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus memberikan pesan bagi mahasiswa dan akademisi untuk berani membuka diri terhadap berbagai kesempatan di lingkungan baru.
“Jangan takut untuk mencoba hal baru di tempat yang baru,” pesannya.
Pencapaian Dr. Ahmad Qurthobi menjadi bagian dari komitmen Tel-U dalam mendorong sivitas akademika untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring akademik internasional, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui pengembangan kecerdasan buatan untuk mendeteksi anomali lingkungan berbasis suara, penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju hadirnya teknologi monitoring lingkungan yang lebih cerdas, adaptif, dan berkelanjutan.
Penulis: Adnan | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations