International Student Gathering 2026: Hidupkan Kembali Bandung Spirit Melalui Dialog Perdamaian Dunia

Bandung, 23 Juli 2026 – Semangat Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika 1955 kembali digaungkan melalui International Student Gathering 2026. Sekitar 100 mahasiswa internasional dari 15 negara yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya berkumpul di Gedung De Majestic, Braga, pada Minggu (12/07) untuk berdialog mengenai perdamaian, solidaritas, dan peran generasi muda dalam menjawab tantangan global.

Diselenggarakan oleh International Office Telkom University, kegiatan ini merupakan bagian dari Asia Africa Festival 2026 hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Mengangkat tema “Peace” dengan subtema “From Bandung to Gaza: The Unfinished Promise of Solidarity”, International Student Gathering 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk bertukar perspektif mengenai perdamaian, kemanusiaan, dan pentingnya dialog lintas budaya. Kegiatan ini sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai Bandung Spirit yang hingga kini tetap relevan dalam menjawab tantangan global.

Acara dibuka secara resmi oleh Adi Junjunan Mustafa, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Bandung memiliki peran penting sebagai kota yang mewarisi semangat perdamaian dunia sejak Konferensi Asia-Afrika 1955.

“Bandung merupakan tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu upaya perdamaian dunia 71 tahun yang lalu melalui Konferensi Asia-Afrika. Hari ini, Bandung kembali menjadi tempat berkumpul untuk menunaikan janji-janji perdamaian itu,” ujar Adi Junjunan Mustafa.

Sesi utama International Student Gathering 2026 menghadirkan H.E. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak setiap bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri sebagai fondasi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

“Bangsa-bangsa memiliki hak mutlak untuk hidup di atas kakinya sendiri dan menjadi bangsa yang berdaulat tanpa campur tangan bangsa lain,” tegas H.E. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari.

Turut hadir sebagai narasumber Haddy Joof, mahasiswa internasional asal Gambia sekaligus lulusan terbaik ketiga Telkom University. Melalui pengalaman hidup dan pendidikannya di Indonesia, Haddy mengajak peserta untuk melihat kemanusiaan sebagai identitas yang menyatukan seluruh masyarakat dunia.

“Apakah kita orang Indonesia, orang Gambia, Muslim, atau Kristen, terlepas dari semua identitas itu, kita adalah manusia. Dan sebagai manusia, tidak ada yang berhak merasa lebih superior sehingga menjadikan yang lain inferior,” ungkap Haddy Joof.

Sepanjang International Student Gathering 2026, peserta mengikuti diskusi yang berlangsung interaktif dengan membahas isu perdamaian global, toleransi, keberagaman, dan peran generasi muda dalam membangun kolaborasi internasional melalui pendidikan. Forum ini menjadi bukti bahwa mahasiswa internasional dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarbangsa melalui dialog dan saling pengertian.

Setelah sesi diskusi berakhir, rangkaian International Student Gathering 2026 dilanjutkan dengan heritage tour ke Museum Konferensi Asia-Afrika. Melalui kegiatan napak tilas tersebut, para peserta diajak memahami sejarah lahirnya Bandung Spirit sekaligus merefleksikan relevansinya dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di era modern.

Melalui International Student Gathering 2026, Telkom University kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dengan menghadirkan ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara. Sejalan dengan semangat Asia Africa Festival 2026, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring persahabatan internasional serta menginspirasi generasi muda untuk menjadi agen perdamaian melalui pendidikan, kolaborasi, dan saling pengertian.

Penulis: Anissa Trisdianti | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Anissa Trisdianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link