Purwokerto, 27 Juli 2026 – Mahasiswa Telkom University Purwokerto kembali menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan di sektor pertanian melalui ETICO (Ethylene Absorber), sebuah produk pengendali pematangan pisang berbasis arang tempurung kelapa. Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk membantu memperpanjang masa simpan buah, mengurangi kehilangan hasil panen (food loss), serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian.
Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki tingkat produksi tinggi di Indonesia. Namun, proses pematangan yang berlangsung cepat sering kali menyebabkan kerugian pada tahap distribusi dan penyimpanan. Kondisi tersebut mendorong perlunya solusi pascapanen yang efektif, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh pelaku pertanian maupun distribusi pangan.
Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Telkom University Purwokerto mengembangkan ETICO, sebuah ethylene absorber yang memanfaatkan arang tempurung kelapa sebagai bahan utama. Produk ini dirancang untuk menyerap gas etilen, yaitu gas alami yang mempercepat proses pematangan buah. Dengan berkurangnya konsentrasi gas etilen di sekitar buah, proses pematangan dapat dikendalikan sehingga masa simpan pisang menjadi lebih panjang dan risiko kerusakan selama distribusi dapat diminimalkan.
Selain memberikan solusi terhadap persoalan pascapanen, ETICO juga mengusung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku bernilai tambah. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga mendukung terciptanya produk yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.
Melalui inovasi ini, tim berharap ETICO dapat menjadi solusi yang mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok hasil pertanian, mengurangi kerugian pascapanen, serta memperluas peluang pemasaran produk hortikultura. Masa simpan buah yang lebih panjang diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani, distributor, maupun pelaku usaha di sektor pertanian.
Pengembangan ETICO juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui upaya mengurangi kehilangan hasil pertanian pascapanen serta Tujuan 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku dan pengurangan limbah pangan.
Inovasi ETICO dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin yang terdiri atas Gilang Risqi Maulana, Ika Wida Nuragustin, Afifah Faiqatuzzahra, Cindy Mariam Sumitra, dan Judika Syahputra Sihombing di bawah bimbingan Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Telkom University Kampus Purwokerto, Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc. Kolaborasi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan solusi yang memadukan aspek bisnis, teknologi, dan pengembangan produk agar memiliki potensi implementasi yang nyata di masyarakat.
Melalui pengembangan ETICO, mahasiswa Telkom University Purwokerto menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan industri dan masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pascapanen yang mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Penulis: Adnan | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Narasumber