Solusi Pengemasan Hijau: Mahasiswa Telkom University Purwokerto Inovasikan ‘Eco Self Heat’

PURWOKERTO — Tim mahasiswa lintas disiplin ilmu dari Telkom University Kampus Purwokerto (TUP) berhasil mengukir prestasi nasional dengan meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2026. Program prestisius ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Prestasi luar biasa ini diraih berkat inovasi bertajuk Eco Self Heat, sebuah rancangan ulang kemasan makanan siap saji pemanas mandiri (self-heating) yang dirancang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

Krisis sampah plastik sekali pakai hingga kini masih menjadi isu lingkungan yang mendesak. Di sisi lain, tingginya mobilitas masyarakat modern serta meningkatnya tren aktivitas luar ruangan (outdoor) menciptakan kebutuhan mendesak akan cara penyajian makanan hangat yang praktis dan serbaguna.

Sayangnya, sebagian besar produk self-heating yang beredar saat ini masih mengandalkan wadah sekali pakai yang langsung dibuang secara utuh setiap kali digunakan. Hal ini tidak hanya kurang ekonomis bagi konsumen, tetapi juga menambah akumulasi limbah kemasan di lingkungan.

Menjawab persoalan tersebut, tim yang diketuai oleh Susilawati (S1 Teknik Industri) bersama anggotanya: Christoper Benedict Aditya (S1 Teknik Telekomunikasi), Rizkina Azizah (S1 Teknik Informatika), Yulianti Nur Khafidah (S1 Sains Data), dan Fauziah Istiqomah (S1 Sains Data) merancang ulang sistem kemasan pemanas mandiri menjadi lebih cerdas dan terintegrasi. 

Eco Self Heat menawarkan tiga keunggulan utama yang membedakannya dari produk pemanas mandiri konvensional:

  1. Kombinasi Inner Biofoam dan Outer Thinwall yang Hemat & Ramah Lingkungan: Pembeda utama Eco Self Heat terletak pada penggunaan biofoam berbasis limbah organik untuk wadah bagian dalam (inner). Bahan ini berfungsi sebagai insulasi panas alami sekaligus menekan penggunaan plastik sekali pakai. Sementara wadah bagian luar (outer) menggunakan thinwall yang kokoh dan dapat digunakan berulang kali (reusable).
  2. Teknologi Pemanas Mandiri (Self-Heating): Menggunakan kantong reaksi eksotermik berbahan dasar kapur tohor (kapur sirih) yang aman dan terjangkau. Makanan dapat panas secara otomatis dalam hitungan menit tanpa memerlukan kompor, listrik, maupun api.
  3. Solusi Portabel Serbaguna: Produk ini sangat fleksibel untuk digunakan oleh konsumen bermobilitas tinggi, pendaki gunung, pekerja sibuk, hingga dialokasikan sebagai bantuan pangan darurat di wilayah terdampak bencana alam.

Di bawah bimbingan dosen Aiza Yudha Pratama, S.T., M.Sc., CNPDM., pengembangan Eco Self Heat mengusung pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) dan bisnis hijau (green business). Inovasi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi rancangan produk, tetapi juga menghadirkan model bisnis isi ulang (refill) yang lebih hemat biaya serta mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal guna memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

Melalui hibah pendanaan PKM-K 2026, tim Eco Self Heat menargetkan beberapa tahapan strategis, meliputi penyempurnaan rancangan produk, uji kualitas di laboratorium, pembuatan katalog usaha, optimasi media sosial, hingga komersialisasi produk secara luas di pasaran.

Keberhasilan tim Eco Self Heat meraih hibah PKM-K 2026 menjadi bukti nyata kontribusi aktif mahasiswa Telkom University Kampus Purwokerto dalam menghadirkan solusi teknologi pengemasan pangan yang inovatif, berdampak, dan berwawasan lingkungan.

Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Narasumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link