PURWOKERTO – Berawal dari kepedulian terhadap tingginya risiko cedera dalam olahraga ekstrem, tim mahasiswa Telkom University Kampus Purwokerto (TUP) berhasil menciptakan PROTECXA (Protective Smart Body Armor with Internet of Things and Artificial Intelligence). Inovasi smart body protector ini sukses meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026.
Gagasan ini dipelopori oleh Muhammad Irfan Haikal, mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi TUP yang juga seorang pembalap motocross. Haikal menyadari bahwa body protector konvensional masih bersifat pasif dan belum mampu memberikan perlindungan adaptif maupun pemantauan kondisi fisik pembalap secara real-time. Bersama tim multidisiplin dan di bawah bimbingan dosen Halim Qista Karima, S.T., M.Sc., gagasan tersebut diwujudkan menjadi sistem keselamatan pintar berbasis IoT dan AI.
PROTECXA mengusung empat teknologi unggulan:
- Smart Cooling Technology: Sistem pendingin otomatis berbasis sensor suhu tubuh untuk menjaga kenyamanan dan performa pembalap.
- Adaptive AirCell: Wearable airbag yang mengembang secara instan saat merespons benturan untuk melindungi area vital seperti dada, bahu, leher, dan punggung atas.
- AI Integrated & IoT: Analisis kecerdasan buatan terhadap data kesehatan (detak jantung, SpO2, suhu tubuh, lokasi, dan pola gerak) yang dikirimkan secara real-time ke aplikasi monitoring guna mempercepat penanganan medis.
- FlexiShield Gel: Material berbasis non-Newtonian yang lentur saat kondisi normal, namun mengeras secara instan saat menerima benturan berenergi tinggi.
Pengembangan inovasi ini melibatkan lintas disiplin ilmu, yang terdiri dari Muhammad Irfan Haikal (Ketua/Teknik Telekomunikasi), Dwi Prasetyo (Bisnis Digital), Muhammad Roekhan (Teknik Biomedis), Wimar Ardhi Mulyana (Teknik Biomedis), dan Muhammad Rasyid Ridho (Rekayasa Perangkat Lunak).
Muhammad Irfan Haikal selaku Ketua Tim menegaskan pentingnya kehadiran teknologi ini di lintasan balap.
“Sebagai seseorang yang aktif di dunia motocross, saya memahami bahwa keselamatan merupakan aspek yang tidak dapat ditawar. Melalui PROTECXA, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya melindungi pembalap dari benturan, tetapi juga mampu memantau kondisi tubuh secara real-time, memberikan informasi kepada tim pendamping, serta mendukung proses penanganan awal ketika terjadi kecelakaan. Harapannya, PROTECXA dapat menjadi salah satu inovasi teknologi keselamatan karya anak bangsa yang mampu memberikan manfaat bagi dunia olahraga otomotif,” ujar Haikal.
Ke depan, tim PROTECXA berkomitmen melakukan pengujian langsung di berbagai kejuaraan motocross tingkat nasional hingga internasional demi menyempurnakan keandalan produk sebelum diimplementasikan secara luas.
Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Narasumber
