Bandung, 14 Agustus 2026 – Dalam upaya melestarikan warisan budaya melalui integrasi seni, desain, dan teknologi, tim dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Revitalisasi Museum Mainan Tradisional Komunitas Hong melalui Inovasi Display Interaktif Berbasis 3D Printing”.
Program yang diketuai oleh Nurul Fitriana Bahri, S.Ds., M.Ds. ini berlangsung sejak April hingga November 2026 dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PSIN) 2026.
Mengubah Museum Menjadi Ruang Budaya yang Hidup
Komunitas Hong memiliki rekam jejak panjang dan potensi besar dalam pelestarian permainan tradisional. Namun, diperlukan penguatan pada aspek desain ruang, media edukasi, dan tata pamer agar museum dapat berfungsi lebih interaktif, partisipatif, serta relevan bagi generasi muda.
Melalui kolaborasi ini, tim FIK Telkom University merancang ulang sistem display museum dengan memanfaatkan teknologi 3D printing dan digital fabrication. Langkah ini bertujuan untuk memperjelas alur sirkulasi pengunjung, mengoptimalkan pencahayaan, serta membangun soundscape yang menghidupkan suasana ruang pamer.
Pendekatan Multidisiplin: Dari Workshop hingga Forum Kreatif
Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan secara bertahap sejak Mei hingga Juli 2026 melalui observasi, workshop, dan forum diskusi interaktif.
- Riset & Diskusi Mitra: Tim berdiskusi langsung dengan Pendiri Komunitas Hong, Dr. Mohamad Zaini Alif, S.Sn., M.Pd., serta Penanggung Jawab Komunitas, Saepul Ahzar, guna memetakan kebutuhan revitalisasi tanpa menghilangkan nilai historis artefak.
- Eksplorasi Melalui Workshop: Tim mendalami bentuk, material, dan cara bermain dari tiap koleksi untuk merancang pengalaman berkunjung yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dan belajar secara langsung.
- Forum Diskusi Kreatif: Menghadirkan jajaran akademisi FIK Telkom University sebagai narasumber, meliputi:
- Oky Setiawan, S.Ds., M.Ds. (Merancang Ruang Museum Interaktif)
- Andrianto, S.Sn., M.Ds. (Desain Pameran: Display, Pencahayaan, dan Pengalaman Pengunjung)
- Bintang Nugraha, S.Ds., M.Ds. (Digital Fabrication dan 3D Printing untuk Inovasi Museum)
Dukungan Terhadap Asta Cita, SDGs, dan IKU Perguruan Tinggi
Selain melestarikan kebudayaan lokal, program ini berkontribusi nyata pada pencapaian target nasional dan akademis:
- Asta Cita: Memperkuat identitas komunitas dan pelestarian nilai budaya lokal.
- SDGs (SDG 4 & 11): Mewujudkan pendidikan berkualitas berbasis kebudayaan serta mendukung keberlanjutan kota/pemukiman melalui konservasi warisan budaya.
- IKU 3 & IKU 5: Mengaktualisasikan peran dosen Telkom University dalam menerapkan kepakarannya di luar kampus untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Melalui tahapan penyempurnaan rancangan ini, museum diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi, melainkan ruang ekspresi budaya yang edukatif, modern, dan berkelanjutan.
Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations