02 Mar 2018

15 Tim Berlaga Dalam Ajang Kompetisi Keamanan Jaringan

BANDUNG, Telkom University –  Telkom University menggelar kompetisi Cyber Security bertaraf nasional, kompetisi bertajuk Internet & Cyber Security Seminar Competition (ICS2C) berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Telkom University pada Jum’at, (2/3).

ICS2C merupakan kompetisi keamanan jaringan dan informasi berskala nasional yang mengangkat konsep Capture The Flag pada babak penyisihan. Kompetisi ini terbuka untuk umum dalam bentuk tim yang terdiri dari 1 – 3 orang.

Dekan Fakultas Informatika sekaligus ketua panitia dari kompetisi ini Dr. Maman Abdurohman menjelaskan saat ini ada 15 peserta yang berhasil masuk dalam babak grand final dimana 15 peserta ini terpilih dari 144 peserta yang mendaftar.

“Saya memantau langsung proses seleksi nya sejak 25 Februari 2018 lalu, dan 15 tim yang bertanding hari ini akan memperebutkan total hadiah hingga 72.5 Juta Rupiah untuk 5 tim pemenang.” Katanya.

Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaa, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dr. Rina Pudji Astuti, dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa Cyber Security ini merupakan ilmu yang sangat penting di zaman now.

“Selamat bertanding untuk para peserta, kami berharap dari kompetisi ini bisa memperkuat skill kita semua dalam memasuki era Internet of Think (IoT) seperti saat ini.” Katanya.

ICS2C akan berlangsung selama 2 hari, dimana hari pertama akan berlangsung cyber security competition, dan hari kedua yakni 3 Maret 2018 akan ada keynote speech oleh Mayjen Djoko Setiadi (Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)), Marsda TNI Suwandi Miharja M.P.D (Deputi VII Bidang Komunikasi, Informasi dan Aparatur (Kominfotur) Kemenko Polhukam), serta panel discussion yang menghadirkan Prof. Dr. H. Ahmad M. Ramli,SH,MH,FCB.Arb (Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kemkominfo RI), Edi Witjara (SVP Financial Planning & Analysis PT. Telkom), Ir. Ari Moesriami Barmawi., Ph.D (Pakar Cryptography Telkom University), Ardi Sutedja K (Indonesia Cyber Security Forum (ICSF)) dan Mohammad Ali Syarief (Cybersecurity Specialist Indonesian Coder).

 

(PR/ADRIAN)