Dosen Telkom University Raih Gelar Doktor di National Taiwan University of Science and Technology, Kembangkan Teknologi Deteksi Pergerakan di Bawah 1 Milimeter

Bandung, 27 Agustus 2026 – Telkom University kembali mencatatkan capaian akademik di tingkat internasional. Erfansyah Yudhi Eka Ali, S.T., M.T., Ph.D. berhasil menyelesaikan studi doktoral pada Department of Electronic and Computer Engineering, National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan Tech), melalui penelitian yang berfokus pada pengembangan teknologi radar untuk mendeteksi pergerakan berukuran sangat kecil.

Disertasi yang diangkat berjudul “Substrate Integrated Waveguide Sixport Circuit for Small Displacement Detection in Radar Systems”. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan RF Circuit dan Small Displacement Radar, khususnya untuk meningkatkan kemampuan sistem radar dalam mendeteksi perpindahan objek dengan ukuran yang sangat kecil.

Ketertarikan terhadap topik penelitian tersebut berawal dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dalam research group saat menempuh pendidikan di Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi Telkom University, serta diskusi yang dilakukan bersama advisor selama studi doktoral.

Menurut Erfansyah, selama ini proses deteksi small displacement pada sistem radar umumnya dilakukan melalui tahap post-processing. Sinyal radar yang telah diterima terlebih dahulu diolah menggunakan perangkat lunak seperti MATLAB maupun GNU Radio untuk mendapatkan informasi mengenai perubahan fasa.

Melalui pendekatan sixport circuit yang dikembangkan dalam penelitiannya, informasi mengenai perbedaan fasa dapat dideteksi secara langsung dari sinyal radar yang diterima. Dengan demikian, proses deteksi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tahapan post-processing menggunakan perangkat lunak.

“Selama ini small displacement detection dilakukan secara post-processing, di mana deteksi fasa dilakukan setelah pengukuran menggunakan software seperti MATLAB maupun GNU Radio. Dengan menggunakan sixport, perbedaan fasa langsung terdeteksi tanpa harus melakukan post-processing dari sinyal radar yang diterima,” jelas Erfansyah.

Pendekatan tersebut membuka peluang bagi pengembangan sistem deteksi small displacement yang lebih mendekati kondisi real-time. Kemampuan tersebut menjadi penting untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan pengukuran pergerakan objek secara cepat dan presisi dengan menggunakan teknologi radar sebagai sensor non-kontak.

Dalam proses penelitian, salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan perangkat keras (hardware) dan alat ukur yang tersedia. Kondisi tersebut menuntut proses eksperimen dan pengembangan sistem dilakukan secara cermat agar target penelitian dapat tercapai.

Salah satu capaian utama penelitian ini adalah peningkatan kemampuan deteksi perpindahan objek hingga skala di bawah satu milimeter. Penelitian sebelumnya pada bidang serupa umumnya melakukan deteksi displacement pada kisaran milimeter, sekitar 2–5 milimeter. Sementara itu, penelitian Erfansyah mampu mendeteksi pergerakan hingga 0,5 milimeter.

Capaian tersebut menunjukkan potensi sixport circuit yang dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas sistem radar dalam mendeteksi pergerakan objek berukuran sangat kecil. Di Taiwan, penelitian ini turut berkontribusi terhadap pengembangan teknologi non-contact sensor, khususnya dalam konteks penelitian dan pengembangan sistem radar.

Lebih lanjut, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem riset di Telkom University, khususnya pada kelompok riset radar. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama studi doktoral di Taiwan diharapkan dapat dibawa kembali untuk memperkuat pengembangan penelitian radar di lingkungan Telkom University.

Dalam perjalanan studinya, dukungan dari lingkungan akademik Telkom University juga menjadi bagian penting. Erfansyah menyampaikan bahwa pihak dekanat Fakultas Teknik Elektro (FTE) secara konsisten memberikan dukungan moral serta memantau perkembangan studinya selama menjalani pendidikan doktoral.

“Dukungan dari pihak dekanat FTE sangat supportive. Mereka terus memantau dan memberikan dukungan moral selama proses studi saya,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan studi doktoral, Erfansyah berharap hasil penelitian yang telah dikembangkan dapat menjadi salah satu fondasi untuk penelitian lanjutan, khususnya dalam pengembangan teknologi radar dan sensor non-kontak. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat terus diperluas melalui kolaborasi riset dan pengembangan aplikasi yang relevan dengan kebutuhan industri maupun masyarakat.

Bagi mahasiswa dan akademisi yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, Erfansyah juga membagikan pesan berdasarkan pengalamannya. Menurutnya, proses studi doktoral membutuhkan ketekunan sekaligus hubungan akademik yang baik dengan pembimbing.

Pencapaian Erfansyah Yudhi Eka Ali, S.T., M.T., Ph.D. menjadi bagian dari komitmen Telkom University dalam mendorong pengembangan kompetensi sivitas akademika di tingkat global. Melalui studi dan penelitian di lingkungan akademik internasional, pengalaman serta pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi bagi penguatan riset dan inovasi, khususnya dalam bidang teknologi radar di Telkom University.

Penulis: Adnan | Editor: Adrian W. | Foto: Public Relations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link