Telkom University Hadirkan IMPACT-EDU 2026: Integrasikan Teknologi AI dan Nilai Humanis dalam Pendidikan 

Bandung, 9 September 2026 — Telkom University (Tel-U) resmi menyelenggarakan IMPACT EDU 2026 dengan mengusung tema “Sustainable Impact in Teaching & Learning through Pentahelix Collaboration”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung Damar serta Telkom University Landmark Tower (TULT) pada Rabu (9/9). Acara ini dihadiri oleh Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, Kepala LLDIKTI Region IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman serta Director of Strategy and Transformative Learning Systems, Prof. dr. Ardi Findyartini.

Dalam sambutannya, Rektor Tel-U menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan modern.

“Tel-U terus berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah. Kami percaya bahwa perguruan tinggi yang unggul tidak bekerja secara terisolasi, melainkan membuka diri terhadap kolaborasi dan menguji gagasan di dunia nyata bersama mitra strategis. Semangat ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana pendidikan tinggi harus adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi—termasuk kecerdasan buatan—dengan tetap menjaga nilai-nilai humanis serta tanggung jawab sosial. Hari ini, semangat tersebut diwujudkan melalui Innosphere Research Competition, Student Learning Innovation Poster Competition, dan Teaching and Learning Innovation Showcase,” ungkap Prof. Dr. Suyanto.

Dukungan terhadap transformasi berbasis teknologi juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Region IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, yang menyoroti penguatan kolaborasi kecerdasan buatan di tingkat regional.

“Ayo kita kolaborasikan AI, kita maju bersama dengan AI ini, sehingga konsorsium ini menjadi milik bersama untuk kemajuan. Oleh karena itu, kami berharap implementasi Kampus Berdampak di Jawa Barat dan Banten yang akan kita unggulkan salah satunya terkait dengan konsorsium AI,” tegas Dr. Lukman.

Sementara itu, Prof. dr. Ardi Findyartini menguraikan pentingnya konferensi ini dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi di masa depan.

“Saya berharap konferensi yang berfokus pada riset dan inovasi AI ini, di tengah tantangan global maupun lokal saat ini, dapat mendiskusikan berbagai tantangan tersebut sekaligus merekomendasikan jenis kebijakan dan strategi yang perlu diterapkan oleh perguruan tinggi dan ekosistem pendidikan yang lebih luas ke depan,” ujar Prof. Ardi.

Rangkaian IMPACT EDU 2026 turut diwarnai sejumlah agenda strategis, antara lain penandatanganan dan penyerahan AI Consortium Decree oleh Luthfi Nurwandi, penyerahan SK Pendirian Fakultas Kedokteran Telkom University, serta penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara PT Jasa Raharja dan Tel-U.

Acara dilanjutkan dengan sesi keynote speech yang menghadirkan Direktur Akademik Tel-U, Dr. Tora Fahrudin, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan serta perwakilan dari Monash University, Prof. Dr. Stephen Cairns.

Sesi diskusi panel diisi oleh Global Professional Speaker, Lloyd Luna, bersama President Director PT Informatika Nusantara, Eddy Sofyano. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi paralel yang diselenggarakan di Gedung TULT, Tel-U.

Melalui penyelenggaraan IMPACT-EDU 2026, Tel-U kembali mempertegas posisinya sebagai pelopor perguruan tinggi berbasis teknologi yang responsif terhadap tantangan zaman. Kolaborasi strategis dan ragam inovasi yang terjalin dalam ajang ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata serta berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. 

Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Public Relations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link