01 Aug 2019

Telkom University Gelar Focus Group Discussion Dengan Puluhan Perusahaan

Untuk mengetahui sejauh mana lulusan Telkom University berhasil menjadi tenaga profesional di sebuah perusahaan, Telkom University menggelar acara Focus Group Discussion dengan beragam perusahaan pada berbagai sektor usaha di Hotel JS Luwansa, Jakarta. FGD ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 24-25 Juli 2019 lalu. Acara ini di prakarsai oleh Career Development Center (CDC) Telkom University.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Dadan Rahadian turut hadir dalam acara ini. Beliau membahas mengenai jumlah lulusan Tel-U yang kini telah tersebar di lebih dari 35 negara dengan jumlah alumni mencapai lebih dari 42.000, baik yang menjadi profesional maupun entrepreneur.
“Tel-U merger pada tahun 2013, kami berawal dari empat institusi. Saat ini alumni kita telah tersebar di banyak perusahaan. FGD ini bertujuan untuk mengetahui kualitas alumni kita yang saat ini berkarir di perusahaan bapak ibu sekalian. Juga senantiasa menerima feedback bagi kami untuk meningkatkan kualitas lulusan dan memenuhi kebutuhan industri kedepan” ungkap Dadan.
Ada dua Fakultas yang mengikuti FGD ini, adalah Fakultas Ilmu Terapan (FIT) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Pada hari pertama, terdapat 15 yang melakukan diskusi dengan FEB. Yaitu: Axiata; Bank Indonesia; Bank Mandiri; Grab Indonesia; Kemenko Perekonomian; KPMG Indonesia; Muhammad Suhada; Pegadaian; PERURI; PT Aino Indonesia; PT Graha Sarana Duta; Sagara Asia; The Hatch; TrendMicro Indonesia; Kementrian Keuangan.

Sedangkan perusahaan yang berdiskusi dengan FIT, adalah: Amarosa Hotel; BFI Finance; Datacomm Diangraha; Huawei Tech Investment; Hotel Park Regis; Infomedia Solusi Humanika; Kumparan; Indosat; Telkomsel; Telkomtelstra; Xsis Mitra Utama; Tokopedia; Infinetmobile; Trinet; dll.
Diskusi yang terjalin antara Tel-U dan Perusahaan seputar reviews dan feedback. Para perusahaan menyampaikan kritik dan saran bagi para lulusan yang bekerja di perusahaan mereka serta memberikan wawasan tentang Sumber Daya Manusia (SDM) seperti apa yang dibutuhkan saat ini. Hal tersebut langsung disampaikan kepada fakultas di Tel-U, sehingga fakultas bisa melakukan adaptasi  dengan cara menyusun kembali kurikulum pada tahun 2020.